Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026

Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Pendahuluan
Pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan merupakan salah satu komponen strategis yang menentukan kualitas pelayanan kesehatan dan efektivitas penggunaan anggaran. Setiap tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan, pemilihan penyedia, evaluasi penawaran, hingga pengelolaan kontrak, berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dikelola secara profesional. Risiko tersebut bisa berupa kerugian finansial, keterlambatan pengadaan, maupun praktik fraud yang merugikan instansi maupun masyarakat.bimtek Manajemen Risiko
Seiring dengan kompleksitas sektor kesehatan yang terus meningkat, instansi pemerintah maupun swasta harus mampu memastikan bahwa setiap proses pengadaan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel. Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan hadir untuk menjawab kebutuhan ini. Pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai identifikasi risiko, strategi mitigasi, pencegahan fraud, serta penerapan sistem pengendalian internal yang efektif.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, termasuk sistem e-procurement dan monitoring real-time, untuk meminimalkan potensi kesalahan atau penyalahgunaan anggaran. Dengan mengikuti bimtek ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung di instansi masing-masing. Hal ini memungkinkan setiap pengadaan barang dan jasa sektor kesehatan dilakukan secara profesional, tepat waktu, dan sesuai regulasi.
Selain itu, pelatihan ini memiliki urgensi tinggi karena sektor kesehatan seringkali menjadi target risiko fraud akibat kompleksitas proses pengadaan dan banyaknya pihak yang terlibat. Oleh karena itu, penguatan kompetensi aparatur melalui bimtek manajemen risiko dan pencegahan fraud menjadi langkah strategis untuk melindungi anggaran, meningkatkan akuntabilitas, dan menjaga reputasi instansi di mata publik.
Definisi bimtek Manajemen Risiko
Bimbingan Teknis Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan merupakan program pelatihan yang dirancang secara komprehensif untuk membekali peserta dengan kemampuan analitis dan praktis dalam mengelola risiko serta mencegah tindakan penipuan dalam proses pengadaan barang dan jasa kesehatan. Dalam konteks pengadaan sektor kesehatan, proses pengadaan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan obat, vaksin, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, tetapi juga harus menjamin bahwa seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pengadaan kesehatan memiliki dampak langsung pada kualitas layanan, keselamatan pasien, serta keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, bimtek ini menekankan pemahaman risiko sebagai bagian integral dari tata kelola pengadaan, bukan sekadar aspek tambahan yang dipelajari secara teori.
Secara konsep, manajemen risiko dalam pengadaan sektor kesehatan mencakup serangkaian langkah yang dimulai dari pengenalan potensi risiko yang dapat muncul dalam setiap tahap pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga penyerahan barang dan jasa. Risiko tersebut dapat bersifat internal, seperti kelemahan prosedur, kurangnya kompetensi SDM, atau lemahnya sistem pengendalian internal, maupun risiko eksternal, seperti perubahan regulasi, fluktuasi harga, gangguan rantai pasok, dan faktor lingkungan yang tidak terduga. Dalam konteks pengadaan kesehatan, risiko tidak hanya berdampak pada aspek keuangan, tetapi juga dapat mengganggu kualitas pelayanan, mengancam keselamatan pasien, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi. Oleh karena itu, pengelolaan risiko harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, sehingga instansi mampu mengantisipasi, merespons, dan meminimalkan dampak risiko secara efektif.
Bimtek ini dirancang untuk mengajarkan peserta bagaimana mengenali dan mengkategorikan risiko pengadaan dengan tepat, sehingga proses identifikasi risiko tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan data dan pengalaman nyata. Peserta akan dipandu untuk memahami berbagai teknik identifikasi risiko yang relevan dengan karakteristik pengadaan sektor kesehatan, termasuk analisis proses, review dokumen, wawancara dengan pihak terkait, serta pemetaan risiko berdasarkan alur kerja pengadaan. Dengan demikian, peserta mampu membangun daftar risiko yang komprehensif dan realistis, yang kemudian dapat dianalisis lebih lanjut untuk menentukan prioritas mitigasi.
Setelah identifikasi, analisis risiko menjadi langkah penting yang mengarahkan peserta pada pemahaman dampak dan probabilitas terjadinya risiko. Dalam bimtek ini, peserta akan mempelajari cara menilai tingkat risiko secara objektif, menghubungkan potensi risiko dengan dampaknya terhadap anggaran, kualitas barang, jadwal pengadaan, dan reputasi institusi. Penilaian ini tidak hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga untuk mengarahkan pengambilan keputusan yang lebih strategis. Analisis risiko yang baik akan membantu instansi menentukan langkah mitigasi yang paling tepat, sehingga sumber daya yang terbatas dapat digunakan secara efektif untuk mengurangi risiko yang memiliki dampak besar.
Selain manajemen risiko, bimtek ini juga menekankan aspek pencegahan fraud sebagai bagian penting dalam penguatan tata kelola pengadaan. Fraud dalam pengadaan sektor kesehatan dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kolusi dengan penyedia, manipulasi spesifikasi, mark-up harga, pemalsuan dokumen, atau praktik tidak etis lainnya. Dampak fraud tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat mengancam ketersediaan obat dan alat kesehatan, menurunkan kualitas layanan, serta menimbulkan masalah hukum dan reputasi yang serius. Oleh karena itu, bimtek ini mengajarkan peserta untuk memahami modus-modus fraud yang sering terjadi dalam pengadaan sektor kesehatan, sehingga peserta dapat lebih waspada dan mampu mengenali tanda-tanda awal terjadinya penyimpangan.
Pencegahan fraud dalam bimtek ini dipahami sebagai upaya sistematis yang melibatkan penguatan prosedur, pengendalian internal, budaya organisasi, dan mekanisme pelaporan yang aman. Peserta akan mempelajari bagaimana membangun sistem pengendalian yang dapat mencegah peluang terjadinya fraud, termasuk penerapan prinsip pemisahan tugas, otorisasi yang jelas, serta pengawasan yang konsisten pada setiap tahapan pengadaan. Selain itu, bimtek ini juga menekankan pentingnya integritas dan etika kerja sebagai fondasi pencegahan fraud. Peserta akan memahami bahwa upaya pencegahan fraud tidak hanya dilakukan melalui prosedur, tetapi juga melalui pembentukan budaya organisasi yang menolak praktik korupsi dan menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama.
Dalam era digital, pengadaan sektor kesehatan juga mengalami transformasi melalui penggunaan sistem e-procurement dan digitalisasi proses pengadaan. Bimtek ini menekankan pemanfaatan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan transparansi dan memudahkan monitoring. Peserta akan belajar bagaimana memanfaatkan sistem digital untuk memantau alur pengadaan, mengidentifikasi anomali transaksi, serta menyusun laporan yang dapat diaudit secara efektif. Digitalisasi juga membantu mengurangi peluang manipulasi dokumen, meningkatkan keterlacakan proses, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Dengan pemahaman ini, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan manajemen risiko dan pencegahan fraud ke dalam proses pengadaan yang semakin terdigitalisasi.
Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026 tidak hanya ditujukan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kemampuan praktis peserta dalam menerapkan langkah-langkah pengendalian risiko dan pencegahan fraud di lingkungan kerja. Melalui pendekatan studi kasus, simulasi, dan diskusi interaktif, peserta dapat melihat langsung bagaimana teori diterapkan pada situasi nyata. Hal ini penting karena setiap instansi memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga penerapan manajemen risiko dan pencegahan fraud harus disesuaikan dengan konteks operasional masing-masing. Dengan demikian, bimtek ini menjadi investasi penting bagi instansi untuk membangun sistem pengadaan yang aman, transparan, dan berkelanjutan.
Peran dan Pentingnya Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Bimbingan Teknis Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat tata kelola pengadaan di instansi kesehatan, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta. Pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan memiliki karakteristik yang unik dan sensitif, karena berhubungan langsung dengan keselamatan pasien, ketersediaan obat dan alat kesehatan, serta kualitas layanan. Kesalahan dalam pengadaan dapat berakibat pada gangguan operasional, keterlambatan layanan, hingga risiko keselamatan pasien. Oleh karena itu, penguatan manajemen risiko dan pencegahan fraud menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan proses pengadaan berjalan secara profesional, efisien, dan akuntabel. Bimtek ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, karena memberikan kerangka kerja yang jelas bagi instansi untuk mengenali dan mengelola risiko serta mencegah praktik penyimpangan.
Peran utama bimtek ini terletak pada peningkatan kompetensi aparatur pengadaan. Dalam praktiknya, banyak instansi yang masih menghadapi tantangan seperti kurangnya pemahaman terhadap regulasi, prosedur yang tidak konsisten, serta keterbatasan kemampuan dalam mengidentifikasi risiko. Bimtek ini membantu peserta memahami bahwa setiap keputusan pengadaan memiliki konsekuensi terhadap kualitas layanan, anggaran, dan reputasi instansi. Dengan kompetensi yang lebih baik, peserta dapat mengambil keputusan yang lebih tepat, mengurangi kesalahan prosedural, serta meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan. Kompetensi ini menjadi penting karena pengadaan sektor kesehatan tidak hanya membutuhkan pemahaman teknis, tetapi juga kemampuan analitis dan integritas dalam menjalankan proses.
Selain itu, bimtek ini mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahap pengadaan. Transparansi berarti proses pengadaan dapat dipahami dan diawasi oleh pihak internal maupun eksternal, sehingga meminimalkan peluang penyalahgunaan wewenang. Akuntabilitas berarti setiap tindakan dan keputusan pengadaan dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum. Bimtek ini membantu instansi menyusun prosedur yang jelas, dokumentasi yang lengkap, serta mekanisme evaluasi yang objektif. Dengan adanya sistem yang transparan dan akuntabel, instansi dapat mengurangi risiko sengketa, audit temuan, dan dampak negatif lainnya. Lebih jauh lagi, transparansi dan akuntabilitas juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi, karena masyarakat dapat melihat bahwa pengadaan dilakukan secara benar dan bertanggung jawab.
Peran penting lainnya adalah dalam meminimalkan risiko kerugian finansial dan fraud. Pengadaan sektor kesehatan sering menjadi target praktik penyimpangan karena melibatkan anggaran besar dan kebutuhan yang mendesak. Fraud dapat terjadi dalam bentuk manipulasi spesifikasi, mark-up harga, kolusi dengan penyedia, atau pemalsuan dokumen. Dampak fraud tidak hanya berupa kerugian anggaran, tetapi juga dapat menyebabkan ketidaksesuaian barang, keterlambatan pengadaan, dan penurunan kualitas layanan. Bimtek ini memberikan peserta strategi pencegahan yang sistematis, termasuk penguatan pengendalian internal, penerapan kode etik, serta mekanisme pelaporan yang aman seperti whistleblowing. Dengan pemahaman dan penerapan strategi ini, instansi dapat membangun sistem yang lebih kuat untuk mencegah dan mendeteksi fraud sejak awal.
Dalam era digital, peran bimtek ini juga berkaitan dengan penguatan implementasi e-procurement dan digitalisasi proses pengadaan. Penggunaan teknologi menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan transparansi, mempercepat proses, serta memudahkan monitoring. Namun, digitalisasi juga membawa tantangan baru, seperti risiko keamanan data, manipulasi sistem, atau ketergantungan pada teknologi. Bimtek ini membantu peserta memahami bagaimana memanfaatkan sistem digital secara optimal, serta bagaimana melakukan monitoring dan audit berbasis data. Dengan demikian, instansi dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk mengurangi risiko, bukan sebagai sumber masalah baru.
Selain manfaat teknis, bimtek ini juga memiliki peran dalam membangun budaya organisasi yang berintegritas. Pencegahan fraud tidak hanya dilakukan melalui prosedur, tetapi juga melalui pembentukan sikap dan nilai yang menolak praktik korupsi. Bimtek ini membantu peserta memahami pentingnya etika kerja, tanggung jawab profesional, dan komitmen terhadap pelayanan publik. Budaya organisasi yang kuat akan membuat sistem pengendalian internal lebih efektif karena semua pihak memiliki kesadaran yang sama terhadap risiko dan konsekuensi penyimpangan. Budaya yang baik juga membantu mengurangi resistensi terhadap perubahan, sehingga penerapan manajemen risiko dan pencegahan fraud dapat berjalan lebih lancar.
Secara keseluruhan, bimtek ini menjadi fondasi bagi instansi untuk membangun sistem pengadaan yang aman, transparan, dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kompetensi SDM, penerapan transparansi dan akuntabilitas, serta penguatan pengendalian internal, instansi dapat mengurangi risiko kerugian dan fraud, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan publik. Bimtek ini juga membantu instansi mempersiapkan diri menghadapi audit, evaluasi, dan pengawasan, karena proses pengadaan sudah didukung oleh dokumentasi yang lengkap dan prosedur yang jelas. Oleh karena itu, Bimbingan Teknis Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026 menjadi program yang sangat relevan dan penting bagi semua instansi yang ingin meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas dalam pengadaan.
Materi Bimtek
Materi pelatihan disusun secara sistematis agar peserta dapat memahami dan menerapkan strategi pengendalian risiko dan pencegahan fraud di instansi masing-masing. Materi utama meliputi:
Pengantar Manajemen Risiko dalam Pengadaan Sektor Kesehatan
Definisi risiko dan klasifikasi risiko pengadaan.
Dampak risiko terhadap anggaran, kualitas barang/jasa, dan reputasi instansi.
Identifikasi dan Analisis Risiko
Teknik identifikasi risiko internal dan eksternal.
Analisis probabilitas risiko dan dampaknya terhadap proses pengadaan.
Prioritas risiko berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya.
Strategi Mitigasi Risiko
Perencanaan mitigasi risiko untuk setiap tahap pengadaan.
Pengembangan prosedur pengendalian internal yang efektif.
Contoh langkah mitigasi pada kasus nyata pengadaan barang dan jasa.
Pencegahan Fraud dalam Pengadaan
Jenis fraud yang umum terjadi di sektor kesehatan.
Mekanisme pencegahan fraud, termasuk SOP, kode etik, dan whistleblowing.
Studi kasus praktik fraud dan cara menanganinya.
Penggunaan Teknologi untuk Monitoring dan Audit
Integrasi e-procurement untuk pengawasan proses pengadaan.
Monitoring real-time dan audit berbasis digital.
Pelaporan dan dokumentasi elektronik yang mendukung transparansi.
Simulasi dan Studi Kasus
Analisis kasus nyata kegagalan pengadaan dan praktik fraud.
Simulasi pengambilan keputusan mitigasi risiko dan pencegahan fraud.
Diskusi interaktif untuk membangun pemahaman praktis peserta.
Materi disampaikan melalui kombinasi teori, studi kasus, diskusi kelompok, dan latihan praktik sehingga peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh di instansi masing-masing.
Tujuan dan Manfaat Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Tujuan utama bimtek ini adalah meningkatkan kompetensi peserta dalam manajemen risiko dan pencegahan fraud dalam pengadaan sektor kesehatan, serta membekali peserta dengan strategi praktis untuk menerapkan pengendalian internal yang efektif. Bimtek ini juga bertujuan memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur, sehingga proses pengadaan dapat berjalan aman, transparan, dan akuntabel.
Manfaat yang diperoleh peserta antara lain kemampuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko pengadaan secara tepat, menyusun strategi mitigasi yang efektif, serta menerapkan mekanisme pencegahan fraud yang kuat. Selain itu, peserta juga memperoleh keterampilan memanfaatkan teknologi digital untuk monitoring pengadaan dan audit. Dengan kompetensi ini, instansi dapat mengurangi risiko kerugian finansial, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memperkuat reputasi dan kepercayaan publik.
Manfaat Bimtek
Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Peserta mampu mengurangi risiko kerugian finansial dan penyalahgunaan anggaran.
Memperkuat pengendalian internal dan audit pengadaan.
Mendukung implementasi sistem digital untuk pemantauan pengadaan.
Memperbaiki transparansi dan profesionalisme instansi.
Meningkatkan reputasi instansi di mata publik.
Peserta memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi.
Narasumber
Narasumber pelatihan adalah praktisi profesional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang pengadaan publik, manajemen risiko, dan audit internal. Mereka telah menangani berbagai kasus fraud di sektor kesehatan, memahami regulasi pemerintah, serta memiliki pengalaman dalam implementasi sistem e-procurement. Peserta akan mendapatkan wawasan teoretis dan praktis yang dapat langsung diterapkan di instansi masing-masing.
FAQ
1. Siapa yang dapat mengikuti bimtek ini?
Bimtek ini terbuka untuk pejabat pengadaan, manajer kesehatan, staf administrasi, auditor internal, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa sektor kesehatan.
2. Apakah peserta akan menerima sertifikat resmi?
Ya, setiap peserta akan menerima sertifikat resmi dari Platindo Pusat Pelatihan sebagai bukti kompetensi dan peningkatan kapasitas profesional.
3. Apakah bimtek ini berbasis praktik atau hanya teori?
Bimtek ini berbasis praktik dan studi kasus, sehingga peserta dapat langsung menerapkan materi dalam konteks kerja sehari-hari.
4. Apakah materi mengikuti regulasi terbaru tahun 2026?
Ya, seluruh materi disusun mengikuti regulasi terbaru dan standar akuntabilitas pengadaan sektor kesehatan tahun 2026.
5. Berapa lama durasi pelatihan?
Durasi pelatihan biasanya disesuaikan dengan modul lengkap, umumnya 2 hingga 3 hari, termasuk sesi praktik dan evaluasi.
6. Apakah bimtek ini membantu dalam pencegahan fraud?
Ya, bimtek ini dirancang khusus untuk membekali peserta strategi pencegahan fraud, termasuk penguatan pengendalian internal dan mekanisme pelaporan.
7. Apakah ada materi terkait penggunaan e-procurement?
Ya, bimtek ini membahas penggunaan teknologi digital dan e-procurement untuk monitoring, audit, dan transparansi proses pengadaan.
8. Apakah peserta akan mendapatkan modul materi?
Peserta akan mendapatkan modul materi lengkap yang dapat dijadikan referensi dan pedoman implementasi di instansi.
9. Apakah bimtek ini cocok untuk instansi rumah sakit dan puskesmas?
Sangat cocok, karena materi disesuaikan dengan kebutuhan pengadaan sektor kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas.
10. Bagaimana cara mendaftar bimtek ini?
Pendaftaran dapat dilakukan melalui Platindo Pusat Pelatihan dengan menghubungi kontak resmi atau mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di website.
Segera daftarkan diri Anda dalam Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026. Pelatihan ini memberikan kesempatan untuk:
Belajar langsung dari narasumber berpengalaman.
Meningkatkan kompetensi pengadaan dan mitigasi risiko.
Menerapkan strategi pencegahan fraud secara praktis.
Mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti keahlian.
Tingkatkan profesionalisme instansi Anda, pastikan setiap proses pengadaan aman, transparan, dan akuntabel. Daftar sekarang dan wujudkan pengadaan yang efektif dan bebas risiko fraud!

Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Metode Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan:
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan:
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.
Legalitas Lembaga:
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person
- Arie – Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Bimtek Manajemen Risiko dan Pencegahan Fraud dalam Pengadaan Sektor Kesehatan Tahun 2026




