Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Bimtek Strategis PBJ Kesehatan 2026: Kuasai Perencanaan, Pelaksanaan & Pengendalian Berbasis Kebutuhan Nyata

Pendahuluan

Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) sektor kesehatan merupakan salah satu pilar penting dalam memastikan layanan kesehatan yang efektif, efisien, dan akuntabel. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional, instansi pemerintah dan rumah sakit dituntut untuk mengelola PBJ dengan tepat, berbasis kebutuhan nyata, dan sesuai regulasi yang berlaku. Tanpa pengelolaan yang sistematis, proses pengadaan berisiko menimbulkan pemborosan anggaran, penundaan layanan, hingga masalah hukum yang merugikan instansi.Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata

Bimtek ini hadir sebagai solusi strategis bagi pegawai, manajer, dan pengelola PBJ yang ingin memperkuat kompetensi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian PBJ Kesehatan. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan nyata, peserta akan memperoleh keterampilan praktis, metodologi evaluasi risiko, serta strategi pengadaan yang transparan dan akuntabel. Pelatihan ini tidak hanya mendukung pemahaman regulasi, tetapi juga meningkatkan kapabilitas organisasi dalam menghadapi dinamika sektor kesehatan tahun 2026 bimtek perencanaan pelaksanaan.Pengendalian PBJ

Definisi

Bimtek Strategis PBJ Kesehatan 2026: Kuasai Perencanaan, Pelaksanaan & Pengendalian Berbasis Kebutuhan Nyata

Bimbingan Teknis Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan merupakan program pelatihan yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa di sektor kesehatan. Program ini hadir sebagai respon terhadap kebutuhan nyata institusi kesehatan yang harus memastikan ketersediaan obat, vaksin, alat kesehatan, serta kebutuhan operasional lainnya secara tepat waktu, tepat spesifikasi, dan tepat anggaran. Dalam konteks layanan kesehatan, pengadaan bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memastikan keberlangsungan pelayanan, keselamatan pasien, serta efektivitas operasional fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan praktik yang relevan dengan tantangan lapangan.Pengendalian PBJ

Bimtek ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai alur pengadaan, mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, pelaksanaan proses pengadaan, hingga pengendalian dan evaluasi hasil pengadaan. Perencanaan menjadi bagian krusial karena menentukan apakah kebutuhan layanan dapat dipenuhi secara tepat waktu dan sesuai prioritas. Pelaksanaan pengadaan menuntut pemahaman terhadap regulasi dan mekanisme yang berlaku, sehingga proses berjalan sesuai prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengendalian dan evaluasi menjadi penutup siklus pengadaan yang penting untuk memastikan bahwa hasil pengadaan sesuai dengan rencana, serta memberikan dasar perbaikan untuk pengadaan selanjutnya. Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, peserta tidak hanya memahami satu aspek pengadaan, tetapi mampu melihat pengadaan sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan koordinasi, analisis, dan kontrol yang baik.

Pentingnya bimtek ini semakin terlihat dalam konteks perubahan regulasi yang terus berlangsung. Pengadaan barang dan jasa sektor kesehatan diatur oleh berbagai ketentuan yang terus diperbarui sesuai kebutuhan dan dinamika kebijakan pemerintah. Tanpa pemahaman yang memadai, pengelola PBJ berisiko melakukan kesalahan prosedural yang dapat berujung pada temuan audit, sanksi administratif, atau bahkan kerugian anggaran. Bimtek ini menjadi sarana bagi peserta untuk memperbarui pemahaman mengenai regulasi terbaru serta cara penerapannya dalam praktik. Dengan demikian, institusi kesehatan dapat menjaga kepatuhan terhadap aturan, memperkuat tata kelola, serta mengurangi risiko penyimpangan yang dapat merusak reputasi dan kinerja organisasi.Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata

Selain aspek regulasi, pentingnya bimtek ini juga terlihat dalam kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran kesehatan. Anggaran di sektor kesehatan sering kali memiliki tekanan besar karena kebutuhan layanan yang tinggi dan sumber daya yang terbatas. Pengadaan yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan, kelebihan stok, atau sebaliknya kekurangan barang yang berdampak pada pelayanan pasien. Bimtek ini membantu peserta memahami prinsip perencanaan berbasis kebutuhan nyata, sehingga pengadaan dapat disusun secara lebih tepat sasaran. Peserta akan belajar bagaimana mengintegrasikan data kebutuhan, prioritas layanan, dan ketersediaan anggaran, sehingga proses pengadaan dapat menghasilkan manfaat maksimal dengan biaya yang optimal. Dengan pengadaan yang lebih efisien, fasilitas kesehatan dapat mengalokasikan anggaran secara lebih bijak dan mendukung keberlanjutan layanan.

Pentingnya bimtek ini juga berkaitan dengan kebutuhan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan. Pengadaan sektor kesehatan merupakan aktivitas yang sering menjadi sorotan publik karena melibatkan anggaran besar dan kebutuhan yang sangat sensitif. Oleh karena itu, proses pengadaan harus dilakukan dengan prinsip keterbukaan, dokumentasi yang rapi, dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas. Bimtek ini menekankan pentingnya transparansi mulai dari tahap perencanaan, evaluasi penawaran, hingga pelaporan hasil pengadaan. Peserta akan dibekali dengan kemampuan menyusun dokumentasi yang lengkap dan sistematis, sehingga setiap langkah pengadaan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan transparansi yang baik, potensi konflik kepentingan, penyalahgunaan anggaran, dan praktik tidak etis dapat diminimalkan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan dapat meningkat.

Selain itu, bimtek ini penting untuk memperkuat manajemen risiko dalam proses pengadaan. Pengadaan barang dan jasa kesehatan rentan terhadap berbagai risiko, seperti risiko keterlambatan pengiriman, risiko ketidaksesuaian spesifikasi, risiko perubahan harga pasar, dan risiko kekurangan stok. Risiko tersebut dapat mengganggu operasional fasilitas kesehatan dan berdampak langsung pada layanan pasien. Melalui bimtek ini, peserta akan dibimbing untuk mengidentifikasi risiko, menganalisis dampaknya, serta menyusun strategi mitigasi yang efektif. Dengan kemampuan manajemen risiko yang baik, pengadaan menjadi lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan situasi. Hal ini membantu fasilitas kesehatan menjaga kelancaran layanan dan mengurangi kemungkinan gangguan operasional yang dapat merugikan pasien dan institusi.

Selain aspek teknis, bimtek ini juga penting dalam membangun profesionalisme dan kompetensi SDM. Pengadaan sektor kesehatan membutuhkan keterampilan teknis, kemampuan analisis, dan pemahaman tentang koordinasi lintas unit. Pengelola PBJ harus mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak, seperti bagian keuangan, farmasi, logistik, serta unit layanan medis, agar pengadaan dapat berjalan sesuai kebutuhan. Bimtek ini memberikan ruang bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif, studi kasus, dan simulasi. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman dalam menyelesaikan tantangan nyata yang sering terjadi dalam pengadaan. Hal ini mendorong peningkatan kualitas kinerja individu serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pengadaan.Pengendalian PBJ

Pentingnya bimtek ini juga terkait dengan upaya membangun sistem pengadaan yang berkelanjutan. Pengadaan tidak boleh dilakukan secara sporadis atau hanya sebagai kegiatan reaktif saat kebutuhan muncul. Pengadaan harus menjadi bagian dari sistem yang terstruktur, dengan perencanaan jangka panjang, monitoring penggunaan barang, serta evaluasi berkala. Bimtek ini membantu peserta memahami pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pengadaan, sehingga fasilitas kesehatan dapat menjaga stabilitas operasional. Dengan sistem pengadaan yang berkelanjutan, ketersediaan barang dapat terjaga, stok dapat dikelola dengan baik, dan fasilitas kesehatan dapat lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan layanan. Hal ini juga mendukung pengelolaan anggaran yang lebih stabil dan terukur.

Secara keseluruhan, Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan merupakan program yang sangat penting untuk memperkuat tata kelola pengadaan di sektor kesehatan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun sikap profesional, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan proses pengadaan. Dengan pengadaan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan, menjaga keberlanjutan operasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat. Bimtek ini menjadi langkah strategis bagi institusi kesehatan dalam meningkatkan kapasitas SDM dan membangun sistem pengadaan yang lebih modern dan berdaya saing.

Peran dan Pentingnya

Bimbingan Teknis Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan memiliki peran strategis yang sangat penting dalam membangun sistem pengadaan yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan. Dalam konteks layanan kesehatan, pengadaan barang dan jasa tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan operasional, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, serta keberlanjutan operasional fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kemampuan pengelola PBJ menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran kesehatan. Bimtek ini hadir sebagai wadah pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kompetensi aparatur kesehatan dalam menjalankan proses PBJ secara tepat, transparan, dan sesuai regulasi terbaru.

Peran utama bimtek ini adalah memperkuat pemahaman peserta terhadap regulasi dan tata cara pengadaan yang berlaku, sehingga setiap langkah dalam proses PBJ dapat dilakukan dengan landasan hukum yang kuat. Pengadaan sektor kesehatan diatur oleh berbagai peraturan yang terus berkembang seiring dengan dinamika kebijakan dan kebutuhan layanan. Ketidaksesuaian prosedur pengadaan dapat berujung pada risiko sanksi administratif, temuan audit, serta potensi kerugian anggaran. Dengan mengikuti bimtek ini, peserta akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ketentuan regulasi terbaru dan bagaimana menerapkannya secara praktis dalam kegiatan pengadaan sehari-hari. Hal ini membantu instansi dalam menjaga kepatuhan terhadap aturan, memperkuat sistem pengendalian internal, serta meminimalkan risiko penyimpangan yang dapat merugikan institusi.

Selain aspek kepatuhan regulasi, bimtek ini juga memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pengadaan. Pengadaan yang efisien tidak hanya berarti memperoleh barang dengan harga terbaik, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan layanan terpenuhi tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan tidak menimbulkan pemborosan. Dalam sektor kesehatan, keterlambatan pengadaan atau kekurangan stok dapat berdampak langsung pada layanan pasien, sehingga perencanaan kebutuhan yang akurat menjadi sangat penting. Bimtek ini membantu peserta dalam memahami metode perencanaan berbasis kebutuhan nyata, sehingga pengadaan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan layanan. Peserta akan belajar bagaimana mengintegrasikan data kebutuhan dengan anggaran yang tersedia, sehingga proses pengadaan menjadi lebih terarah dan efektif.

Peran penting lainnya dari bimtek ini adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan. Pengadaan sektor kesehatan sering menjadi sorotan publik karena melibatkan anggaran besar dan kebutuhan yang bersifat mendesak. Oleh karena itu, proses pengadaan harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Bimtek ini menekankan prinsip transparansi mulai dari tahap perencanaan, evaluasi penawaran, hingga pelaporan hasil pengadaan. Peserta akan dibimbing untuk menyusun dokumentasi pengadaan yang rapi dan lengkap, serta memahami mekanisme pelaporan yang sesuai standar. Dengan transparansi yang baik, risiko konflik kepentingan, korupsi, atau penyalahgunaan anggaran dapat diminimalkan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan dapat meningkat.

Selain itu, bimtek ini berperan dalam memperkuat manajemen risiko dalam proses pengadaan. Pengadaan barang dan jasa sektor kesehatan rentan terhadap berbagai risiko, seperti risiko ketidaksesuaian spesifikasi, risiko keterlambatan pengiriman, risiko perubahan harga pasar, dan risiko ketersediaan stok. Jika risiko tersebut tidak dikelola dengan baik, fasilitas kesehatan dapat mengalami gangguan operasional yang signifikan. Melalui bimtek ini, peserta diajarkan konsep manajemen risiko yang sistematis, mulai dari identifikasi risiko, analisis dampak, hingga penyusunan strategi mitigasi. Dengan kemampuan manajemen risiko yang baik, pengadaan menjadi lebih tangguh terhadap perubahan situasi, sehingga fasilitas kesehatan dapat menjaga kelancaran layanan dalam kondisi yang dinamis.

Peran bimtek ini juga sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengadaan. Pengadaan yang baik membutuhkan keterampilan teknis, kemampuan analisis, serta profesionalisme dalam menjalankan proses yang kompleks. Pengelola PBJ harus mampu berkoordinasi dengan berbagai unit terkait, seperti farmasi, logistik, keuangan, dan layanan medis, sehingga pengadaan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan operasional. Bimtek ini memberikan ruang bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan tersebut melalui pembelajaran praktis, studi kasus, dan simulasi. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman dalam menyelesaikan tantangan nyata yang sering terjadi dalam pengadaan sektor kesehatan. Hal ini mendorong peningkatan kualitas kinerja individu serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pengadaan.

Peran penting lainnya dari bimtek ini adalah mendukung peningkatan kinerja institusi secara keseluruhan. Pengadaan barang dan jasa yang tertata dengan baik akan berdampak langsung pada kelancaran operasional fasilitas kesehatan. Ketika pengadaan dilakukan secara tepat waktu dan sesuai spesifikasi, ketersediaan obat, vaksin, dan alat kesehatan dapat terjaga, sehingga pelayanan kepada pasien tidak terganggu. Dengan pengadaan yang efektif, fasilitas kesehatan dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Dampaknya, kualitas layanan meningkat, kepuasan pasien meningkat, serta reputasi institusi menjadi lebih baik. Dengan demikian, bimtek ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Bimtek ini juga berperan dalam membangun sistem pengadaan yang berkelanjutan. Pengadaan sektor kesehatan tidak dapat dilakukan secara sporadis, melainkan harus menjadi bagian dari sistem yang terstruktur dan berkelanjutan. Pengadaan yang berkelanjutan membutuhkan perencanaan jangka panjang, integrasi dengan manajemen stok, serta evaluasi berkala terhadap efektivitas pengadaan. Melalui bimtek ini, peserta akan memahami pentingnya perencanaan pengadaan yang berkelanjutan, monitoring penggunaan barang, serta evaluasi berkala untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, fasilitas kesehatan dapat menjaga stabilitas operasional, memastikan ketersediaan barang secara konsisten, dan meningkatkan ketahanan layanan kesehatan terhadap perubahan kebutuhan.

Selain aspek teknis, bimtek ini juga memiliki peran dalam memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada akuntabilitas dan integritas. Proses pengadaan yang transparan dan tertib administrasi mencerminkan budaya kerja yang baik dan integritas tinggi. Peserta akan dibimbing untuk menerapkan prinsip integritas dalam setiap tahap pengadaan, sehingga proses berjalan dengan profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Budaya kerja yang kuat akan meminimalkan risiko penyimpangan, meningkatkan kualitas kerja, serta memperkuat citra institusi sebagai lembaga yang profesional dan dapat dipercaya. Dalam jangka panjang, budaya kerja yang baik akan mendukung peningkatan kinerja organisasi dan memperkuat sistem pengadaan secara keseluruhan.Pengendalian PBJ

Secara keseluruhan, Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat tata kelola pengadaan di sektor kesehatan. Pelatihan ini membantu peserta memahami regulasi dan prosedur pengadaan, meningkatkan kompetensi teknis, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan profesionalisme pengelola. Dengan pengadaan yang lebih efektif, efisien, dan transparan, fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan, menjaga keberlanjutan operasional, dan memperkuat kepercayaan masyarakat. Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem pengadaan yang lebih profesional dan berkelanjutan, serta mendukung layanan kesehatan yang lebih aman, efektif, dan akuntabel.

Materi Bimtek 

Materi bimtek disusun secara sistematis dan praktis agar peserta dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja:

  1. Perencanaan PBJ Kesehatan

    • Analisis kebutuhan berbasis data real-time

    • Penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP)

    • Prioritas pengadaan berbasis urgensi layanan

  2. Pelaksanaan PBJ

    • Proses tender dan seleksi penyedia

    • Penentuan metode pengadaan yang sesuai (e-tender, e-purchasing)

    • Teknik negosiasi kontrak dan monitoring kontraktual

  3. Pengendalian dan Evaluasi

    • Audit internal dan monitoring pengadaan

    • Manajemen risiko dan mitigasi kendala operasional

    • Laporan evaluasi dan rekomendasi perbaikan

  4. Studi Kasus dan Simulasi

    • Praktik pengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan nyata

    • Diskusi tantangan dan solusi inovatif

Tujuan dan Manfaat

Pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk:

  • Meningkatkan kompetensi pegawai dalam pengelolaan PBJ berbasis kebutuhan nyata

  • Memastikan pengadaan yang transparan dan akuntabel, sesuai regulasi terbaru tahun 2026

  • Meningkatkan efisiensi anggaran, meminimalkan pemborosan, dan mendukung keberlanjutan layanan kesehatan

Manfaat nyata yang diperoleh peserta meliputi:

  • Kemampuan menyusun perencanaan PBJ yang tepat sasaran

  • Keterampilan dalam melaksanakan pengadaan sesuai prinsip transparansi

  • Strategi pengendalian risiko untuk mencegah kesalahan operasional

  • Penguatan profesionalisme dan kredibilitas instansi atau rumah sakit

Narasumber

Narasumber dalam bimtek ini adalah praktisi dan ahli pengadaan barang dan jasa kesehatan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, meliputi:

  • Konsultan PBJ sektor kesehatan nasional

  • Auditor pengadaan pemerintah

  • Trainer bersertifikasi yang telah menangani berbagai pelatihan Bimtek PBJ di instansi pemerintah dan rumah sakit

Para narasumber akan membagikan pengalaman lapangan, tips implementasi regulasi, dan best practice agar peserta dapat langsung menerapkan ilmu di tempat kerja.

FAQ

. Siapa yang dapat mengikuti Bimtek ini?
Bimtek ini terbuka untuk pegawai BLUD rumah sakit, puskesmas, dinas kesehatan, serta instansi pemerintah yang memiliki tugas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pengadaan barang dan jasa sektor kesehatan. Peserta yang ideal adalah mereka yang terlibat langsung dalam PBJ, seperti tim pengadaan, logistik, farmasi, keuangan, dan unit layanan yang membutuhkan pemenuhan kebutuhan medis.

2. Apakah materi bimtek ini sesuai regulasi terbaru tahun 2026?
Ya, seluruh materi disusun mengikuti regulasi terbaru dan standar pengadaan barang dan jasa sektor kesehatan yang berlaku pada tahun 2026. Materi selalu diperbarui untuk memastikan peserta mendapatkan informasi yang relevan, akurat, dan dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja.

3. Apakah bimtek ini berbasis praktik atau hanya teori?
Bimtek ini dirancang berbasis praktik dan aplikasi nyata. Selain pemaparan teori, peserta akan mendapatkan studi kasus, simulasi, serta latihan penyusunan dokumen pengadaan. Pendekatan ini membantu peserta memahami proses PBJ secara utuh dan siap menerapkannya di instansi masing-masing.

4. Berapa durasi pelatihan dan format pelaksanaannya?
Durasi pelatihan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan modul, umumnya berlangsung selama 2 sampai 3 hari. Pelatihan dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun online sesuai permintaan peserta dan kondisi instansi.

5. Apakah peserta akan mendapatkan sertifikat?
Ya, setiap peserta yang mengikuti bimtek ini akan mendapatkan sertifikat resmi dari Platindo Pusat Pelatihan sebagai bukti kompetensi dan keikutsertaan dalam pelatihan PBJ Kesehatan.

6. Apa hasil kompetensi yang dapat diperoleh peserta setelah mengikuti bimtek?
Peserta akan mampu menyusun perencanaan PBJ berbasis kebutuhan nyata, memahami mekanisme pelaksanaan pengadaan sesuai regulasi, serta menguasai teknik pengendalian dan evaluasi untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran kesehatan.

7. Apakah bimtek ini juga membahas manajemen risiko dalam pengadaan?
Ya, salah satu fokus penting dalam bimtek ini adalah manajemen risiko PBJ, termasuk identifikasi risiko, analisis dampak, serta strategi mitigasi. Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan, ketidaksesuaian barang, dan risiko penyimpangan anggaran.

8. Apakah materi cocok untuk pengadaan obat, vaksin, dan alat kesehatan?
Materi bimtek dirancang khusus untuk kebutuhan sektor kesehatan, termasuk pengadaan obat, vaksin, alat kesehatan, serta kebutuhan medis lainnya. Peserta akan mendapatkan pemahaman yang relevan dengan karakteristik pengadaan kesehatan yang spesifik.

9. Apakah peserta mendapatkan modul dan bahan pendukung?
Ya, peserta akan menerima modul pelatihan yang lengkap serta bahan pendukung berupa template dokumen, contoh RUP, checklist evaluasi, dan panduan pengendalian pengadaan yang dapat digunakan langsung di instansi.

10. Bagaimana cara mendaftar dan informasi biaya pelatihan?
Pendaftaran dapat dilakukan melalui kontak resmi Platindo Pusat Pelatihan. Informasi biaya pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, jumlah peserta, serta format pelatihan (tatap muka atau online). Tim kami akan memberikan penawaran resmi sesuai kebutuhan instansi.

Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Metode Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Lokasi Kegiatan:

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan:

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.

Legalitas Lembaga:

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

Bimtek Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian PBJ Kesehatan Berbasis Kebutuhan Nyata Tahun 2026

 




author-avatar

Tentang Platindo Pusat Pelatihan

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan