Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi 2026-2027 Tingkatkan Profesionalisme
Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi 2026-2027 Tingkatkan Profesionalisme

Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi 2026-2027 Tingkatkan Profesionalisme
Training Crisis Management dan Business Continuity Management menjadi bagian penting dalam penguatan ketahanan organisasi menghadapi krisis, gangguan operasional, bencana, kegagalan sistem, maupun perubahan kondisi bisnis yang tidak terduga. Kemampuan merespons insiden secara cepat dan terkoordinasi membantu organisasi menjaga fungsi kritis sekaligus mengurangi dampak terhadap pelayanan, operasional, aset, dan reputasi.
Dalam lingkungan kerja yang semakin kompleks, organisasi membutuhkan kerangka manajemen krisis dan keberlangsungan bisnis yang terstruktur. Kompetensi tersebut relevan bagi instansi pemerintah, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, yayasan, rumah sakit, maupun organisasi profesional yang memiliki proses bisnis kritis.
Apa Itu Crisis Management dan Business Continuity Management?
Crisis Management merupakan proses sistematis untuk mempersiapkan organisasi dalam menghadapi kondisi krisis, mengambil keputusan saat insiden berlangsung, mengoordinasikan respons, serta mengendalikan dampaknya terhadap organisasi dan para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Business Continuity Management (BCM) merupakan pendekatan terstruktur untuk memastikan aktivitas dan fungsi penting organisasi tetap dapat berjalan atau dipulihkan dalam tingkat yang dapat diterima ketika terjadi gangguan.
Keduanya memiliki hubungan yang erat, tetapi tidak identik. Manajemen krisis lebih menitikberatkan pada kepemimpinan dan respons terhadap situasi krisis, sedangkan BCM berfokus pada ketahanan proses, pemulihan fungsi kritis, kesiapan sumber daya, serta keberlanjutan operasional.
Melalui Pelatihan Crisis Management dan Business Continuity Management, peserta dapat memahami bagaimana mengidentifikasi skenario gangguan, menentukan prioritas fungsi kritis, menyusun strategi respons, serta membangun mekanisme pemulihan yang terukur.
Tujuan dan Manfaat Crisis Management dan Business Continuity Management
Program Bimtek Crisis Management dan Business Continuity Management diarahkan untuk meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai skenario gangguan dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis risiko.
Tujuan dan manfaat yang dapat diperoleh meliputi:
- Meningkatkan pemahaman mengenai prinsip crisis management dan BCM.
- Membangun budaya kesiapsiagaan dan ketahanan organisasi.
- Mengidentifikasi aktivitas dan proses bisnis yang kritis.
- Memetakan risiko yang berpotensi mengganggu operasional.
- Menentukan prioritas pemulihan berdasarkan dampak gangguan.
- Memperkuat koordinasi antarunit ketika terjadi krisis.
- Meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dalam kondisi tekanan.
- Mengembangkan strategi keberlangsungan operasional.
- Memperjelas peran dan tanggung jawab tim penanganan krisis.
- Mengurangi potensi kerugian akibat penghentian proses kritis.
- Memperkuat komunikasi internal dan eksternal ketika terjadi insiden.
- Mendukung evaluasi serta peningkatan berkelanjutan terhadap kesiapan organisasi.
Penerapan BCM yang baik tidak hanya berkaitan dengan penyusunan dokumen rencana keberlangsungan. Organisasi juga perlu memastikan bahwa rencana tersebut dapat dipahami, diuji, dievaluasi, dan diperbaiki berdasarkan perubahan risiko serta kebutuhan operasional.
Materi yang Dibahas dalam Pelatihan
Training Crisis Management dan Business Continuity Management dapat dirancang dengan materi konseptual dan aplikatif sehingga peserta memahami hubungan antara risiko, krisis, kontinuitas, respons, dan pemulihan.
Materi utama yang dapat dibahas antara lain:
- Konsep dasar Crisis Management dan Business Continuity Management.
- Prinsip organizational resilience dan operational resilience.
- Identifikasi risiko serta skenario gangguan operasional.
- Business Impact Analysis (BIA).
- Identifikasi proses, layanan, dan fungsi kritis organisasi.
- Risk assessment untuk keberlangsungan operasional.
- Penentuan Recovery Time Objective (RTO).
- Penentuan Recovery Point Objective (RPO).
- Business Continuity Strategy.
- Business Continuity Plan (BCP).
- Crisis Response Plan dan prosedur penanganan insiden.
- Incident management dan escalation procedure.
- Struktur tim krisis dan pembagian tanggung jawab.
- Crisis communication dan stakeholder management.
- Strategi pemulihan sumber daya manusia, teknologi, fasilitas, dan informasi.
- Disaster recovery dan keterkaitannya dengan business continuity.
- Simulasi tabletop exercise dan pengujian rencana kontinuitas.
- Evaluasi hasil pengujian dan continuous improvement.
Materi tersebut dapat dikembangkan berdasarkan karakteristik organisasi, tingkat risiko, kompleksitas proses bisnis, serta fungsi layanan yang harus dipertahankan. Pendekatan ini membuat pembelajaran lebih relevan terhadap kebutuhan operasional dan pengambilan keputusan.
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
Program Pelatihan Crisis Management dan Business Continuity Management dapat diikuti oleh berbagai pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan risiko, operasional, keamanan, teknologi, layanan, maupun pengambilan keputusan organisasi.
Peserta yang relevan antara lain:
- Pimpinan dan manajemen organisasi.
- Manajer operasional dan kepala unit kerja.
- Risk management officer dan risk owner.
- Business continuity manager atau coordinator.
- Tim crisis management dan emergency response.
- Auditor internal dan pengendalian internal.
- Profesional bidang keamanan dan keselamatan kerja.
- Pengelola teknologi informasi dan disaster recovery.
- Pengelola data dan keamanan informasi.
- Pejabat dan ASN pada instansi pemerintah.
- Manajemen serta staf BUMN dan BUMD.
- Pengelola lembaga pendidikan dan yayasan.
- Profesional rumah sakit dan organisasi pelayanan publik.
- Personel yang bertanggung jawab terhadap business resilience.
Kompetensi ini semakin relevan bagi organisasi yang memiliki layanan publik, infrastruktur penting, sistem informasi kritis, rantai pasok kompleks, atau aktivitas operasional yang harus tetap tersedia dalam kondisi gangguan.
Dari Mana Narasumber dalam Pelatihan Ini?
Narasumber dalam program Training Crisis Management dan Business Continuity Management dapat berasal dari praktisi senior, konsultan manajemen risiko, profesional business continuity, akademisi, auditor, maupun praktisi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan krisis dan ketahanan organisasi.
Pendekatan pembelajaran dapat menggabungkan teori, studi kasus, diskusi, analisis skenario, serta simulasi. Dengan metode tersebut, peserta dapat memahami bagaimana konsep BCM diterapkan mulai dari identifikasi proses kritis hingga pengujian rencana keberlangsungan.
Pemilihan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman relevan menjadi bagian penting untuk memastikan pembahasan tidak berhenti pada aspek teoritis. Materi juga dapat diarahkan pada tantangan nyata yang dihadapi organisasi dalam menjaga kontinuitas layanan dan operasional.
FAQ Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
Apa yang dimaksud dengan Crisis Management?
Crisis Management adalah pendekatan terstruktur untuk mempersiapkan organisasi, merespons kondisi krisis, mengoordinasikan tindakan, mengendalikan dampak, dan mendukung proses pemulihan setelah terjadi insiden.
Apa perbedaan Crisis Management dan Business Continuity Management?
Crisis Management berfokus pada pengelolaan situasi krisis dan respons kepemimpinan, sedangkan Business Continuity Management berfokus pada kemampuan organisasi mempertahankan atau memulihkan fungsi dan proses kritis ketika terjadi gangguan.
Mengapa Business Continuity Management penting bagi organisasi?
BCM membantu organisasi memahami proses yang paling kritis, menilai dampak gangguan, menyiapkan strategi pemulihan, dan menguji kesiapan menghadapi berbagai skenario. Dengan demikian, organisasi memiliki dasar yang lebih terstruktur untuk menjaga keberlangsungan layanan dan operasional.
Ketahanan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan merespons ketika krisis telah terjadi. Kesiapan perlu dibangun melalui identifikasi risiko, perencanaan kontinuitas, kejelasan tanggung jawab, komunikasi, pengujian, dan evaluasi secara berkelanjutan.
PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia menyediakan program Training, Bimtek, dan Pelatihan Crisis Management dan Business Continuity Management untuk membantu organisasi meningkatkan kompetensi SDM dalam menghadapi gangguan dan menjaga keberlangsungan fungsi kritis. Program dapat dikembangkan secara profesional dan aplikatif sesuai kebutuhan kompetensi peserta.
Untuk memperoleh informasi program dan pendaftaran, hubungi PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia di 081959544432.

Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi 2026-2027 Tingkatkan Profesionalisme
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
Metode : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember 2026
Legalitas Lembaga: Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person : Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi
- Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Training Crisis Management dan BCM untuk Ketahanan Organisasi 2026-2027 Tingkatkan Profesionalisme