Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 Regulasi Terbaru Bersertifikat
Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 Regulasi Terbaru Bersertifikat

Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 Regulasi Terbaru Bersertifikat
Pengadaan berkelanjutan atau Sustainable Procurement semakin penting dalam mewujudkan proses pengadaan yang tidak hanya mempertimbangkan harga dan kualitas, tetapi juga manfaat ekonomi, sosial, serta dampak lingkungan. Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 dirancang untuk membantu ASN, pejabat pengadaan, pelaku usaha, dan profesional memahami penerapan prinsip keberlanjutan dalam seluruh siklus pengadaan sesuai perkembangan regulasi terbaru.
Dalam regulasi pengadaan pemerintah, pengadaan berkelanjutan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial sepanjang siklus penggunaan barang atau jasa. LKPP juga mendefinisikan pengadaan berkelanjutan dengan menekankan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat serta pengurangan dampak lingkungan dan sosial.
Apa Itu Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026?
Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 merupakan program peningkatan kompetensi yang membahas konsep, kebijakan, strategi, dan implementasi pengadaan barang/jasa dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Sustainable Procurement mengubah cara organisasi memandang pengadaan. Keputusan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi sumber daya, keberlanjutan produk, dampak lingkungan, kondisi sosial, serta nilai manfaat dalam jangka panjang.
Bagi instansi pemerintah, pendekatan tersebut dapat diterapkan sejak tahap identifikasi kebutuhan, perencanaan pengadaan, penyusunan spesifikasi teknis, pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak, sampai evaluasi hasil pengadaan.
Kerangka regulasi pengadaan pemerintah saat ini antara lain bertumpu pada Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Perpres Nomor 46 Tahun 2025. LKPP juga memiliki model dokumen pemilihan pengadaan berkelanjutan untuk pekerjaan konstruksi melalui Keputusan Deputi I Nomor 3 Tahun 2024.
Arah Pengadaan Berkelanjutan Sesuai Regulasi Terbaru
Perkembangan regulasi membuat pelaku pengadaan perlu memahami bukan hanya prosedur administratif, tetapi juga prinsip strategis yang mendasari proses pengadaan. Perpres Nomor 46 Tahun 2025 menjadi salah satu perubahan penting dalam kerangka regulasi pengadaan barang/jasa pemerintah yang perlu diperhatikan oleh pelaku pengadaan.
Pengadaan berkelanjutan dapat menjadi instrumen untuk mendorong efisiensi penggunaan sumber daya dan memperhatikan dampak sosial serta lingkungan. Karena itu, pemilihan barang atau jasa perlu mempertimbangkan nilai manfaat secara lebih menyeluruh.
Pada sektor konstruksi, LKPP bahkan telah menerbitkan model dokumen pemilihan khusus untuk pengadaan berkelanjutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa prinsip keberlanjutan dapat diterjemahkan ke dalam dokumen dan proses pemilihan penyedia, bukan sekadar menjadi konsep kebijakan.
Selain pemahaman regulasi, kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting. LKPP pada 2026 juga menerbitkan panduan penyelenggaraan pelatihan teknis kompetensi pengadaan barang/jasa Level 1 sampai Level 4 untuk mendukung program prioritas nasional.
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan
Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan bertujuan membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam proses pengadaan.
Manfaat yang dapat diperoleh peserta antara lain:
- Memahami konsep dan prinsip Sustainable Procurement.
- Memahami perkembangan regulasi pengadaan pemerintah.
- Mengintegrasikan aspek lingkungan dalam perencanaan pengadaan.
- Mempertimbangkan aspek sosial dalam pemilihan barang dan jasa.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
- Memahami penyusunan spesifikasi yang mendukung keberlanjutan.
- Mengembangkan kriteria pemilihan penyedia yang relevan.
- Mengurangi risiko lingkungan dan sosial dalam pengadaan.
- Meningkatkan value for money dalam belanja pemerintah.
- Mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses pengadaan.
- Mendorong penggunaan produk dan layanan yang lebih ramah lingkungan.
Materi yang Dibahas dalam Pelatihan
Materi Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 disusun untuk memberikan pemahaman dari aspek kebijakan hingga implementasi praktis.
Materi utama meliputi:
- Konsep dasar Sustainable Procurement.
- Kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah terbaru.
- Prinsip ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam pengadaan.
- Siklus hidup barang dan jasa atau life cycle perspective.
- Identifikasi kebutuhan pengadaan berkelanjutan.
- Perencanaan pengadaan berbasis keberlanjutan.
- Penyusunan spesifikasi teknis yang ramah lingkungan.
- Penyusunan persyaratan keberlanjutan dalam dokumen pengadaan.
- Kriteria pemilihan dan evaluasi penyedia.
- Green Procurement dan Green Public Procurement.
- Pengadaan produk ramah lingkungan.
- Pengelolaan risiko lingkungan dan sosial.
- Efisiensi energi dan penggunaan sumber daya.
- Sustainable Supply Chain Management.
- Penerapan prinsip keberlanjutan dalam kontrak.
- Monitoring dan evaluasi kinerja pengadaan.
- Indikator pengadaan berkelanjutan.
- Studi kasus penerapan Sustainable Procurement.
- Tantangan implementasi pengadaan berkelanjutan di instansi pemerintah.
- Strategi peningkatan value for money melalui pengadaan berkelanjutan.
Bimtek Pengadaan Berkelanjutan untuk Instansi Pemerintah
Bimtek Pengadaan Berkelanjutan dapat membantu aparatur memahami penerapan prinsip keberlanjutan secara lebih operasional. Materi dapat diarahkan pada kebutuhan pejabat pembuat komitmen, pejabat pengadaan, kelompok kerja pemilihan, pengelola layanan pengadaan, maupun pihak yang terlibat dalam perencanaan anggaran.
Penerapan Sustainable Procurement perlu dimulai sejak proses identifikasi kebutuhan. Jika aspek keberlanjutan baru dipertimbangkan setelah kontrak berjalan, ruang untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan menjadi lebih terbatas.
Karena itu, peserta perlu memahami bagaimana menerjemahkan tujuan keberlanjutan ke dalam kebutuhan pengadaan, spesifikasi teknis, kriteria evaluasi, persyaratan penyedia, dan pengelolaan kontrak.
Strategi Implementasi Sustainable Procurement
Implementasi pengadaan berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang sistematis dan sesuai karakteristik organisasi. Langkah pertama adalah menentukan kebutuhan yang benar-benar diperlukan agar belanja tidak menghasilkan pemborosan sumber daya.
Selanjutnya, instansi dapat mengidentifikasi alternatif barang atau jasa yang memiliki kinerja lingkungan dan sosial lebih baik. Pertimbangan tersebut tetap harus diselaraskan dengan prinsip persaingan sehat, transparansi, efektivitas, dan ketentuan pengadaan yang berlaku.
Penggunaan perspektif siklus hidup juga penting dalam menentukan nilai pengadaan. Barang dengan harga awal lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya keseluruhan yang lebih rendah apabila membutuhkan energi tinggi, perawatan mahal, atau memiliki masa pakai yang singkat.
Aspek sosial juga perlu diperhatikan sesuai karakteristik paket pengadaan. Hal ini dapat mencakup dampak terhadap tenaga kerja, masyarakat, aksesibilitas, serta manfaat sosial yang relevan dengan tujuan pengadaan.
Training Sustainable Procurement dan Peningkatan Kompetensi SDM
Training Sustainable Procurement dibutuhkan untuk membangun pemahaman yang sama antara perencana, pelaksana, pengelola kontrak, dan pihak terkait lainnya. Kesamaan pemahaman membantu organisasi mengurangi kesalahan interpretasi ketika prinsip keberlanjutan diterapkan dalam proses pengadaan.
Kompetensi tersebut semakin penting karena regulasi dan kebijakan pengadaan terus berkembang. Peserta perlu membiasakan diri menggunakan sumber regulasi resmi sebagai dasar pengambilan keputusan agar implementasi pengadaan tetap sesuai ketentuan.
Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan regulasi, studi kasus, analisis dokumen, dan simulasi dapat membantu peserta memahami penerapan Sustainable Procurement secara lebih konkret.
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?
Program Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan relevan bagi berbagai pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun pengembangan kebijakan pengadaan.
Peserta yang direkomendasikan antara lain:
- ASN pada kementerian dan lembaga.
- ASN pemerintah daerah.
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
- Pejabat Pengadaan.
- Kelompok Kerja Pemilihan.
- Pengelola Pengadaan Barang/Jasa.
- Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).
- Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
- Auditor internal.
- Perencana program dan anggaran.
- BUMN.
- BUMD.
- Perguruan tinggi.
- Rumah sakit.
- Yayasan.
- Perusahaan swasta.
- Konsultan pengadaan.
- Profesional bidang supply chain dan procurement.
Dari Mana Narasumber dalam Pelatihan Ini?
Narasumber dapat berasal dari unsur LKPP, kementerian atau lembaga terkait, akademisi, praktisi pengadaan, konsultan procurement, ahli lingkungan, profesional supply chain, serta tenaga ahli yang memiliki pengalaman dalam penerapan prinsip pengadaan berkelanjutan.
Pemilihan narasumber idealnya mempertimbangkan penguasaan regulasi, pengalaman implementasi, kemampuan memberikan studi kasus, dan pemahaman terhadap kebutuhan organisasi pemerintah maupun sektor profesional.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan pengadaan berkelanjutan atau Sustainable Procurement?
Pengadaan berkelanjutan adalah pendekatan pengadaan yang mempertimbangkan manfaat ekonomi sekaligus aspek sosial dan lingkungan dalam keseluruhan siklus penggunaan barang atau jasa. Definisi LKPP juga menekankan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat serta pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial.
2. Mengapa Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan penting bagi instansi pemerintah?
Pelatihan membantu pelaku pengadaan memahami bagaimana prinsip keberlanjutan diterapkan dalam perencanaan, spesifikasi, pemilihan penyedia, kontrak, hingga evaluasi pengadaan dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku.
3. Apa manfaat mengikuti Bimtek Pengadaan Berkelanjutan?
Peserta dapat meningkatkan kompetensi dalam merancang pengadaan yang lebih efisien, memperhatikan dampak sosial dan lingkungan, meningkatkan value for money, serta mengelola proses pengadaan secara lebih strategis dan akuntabel.
PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia mendukung peningkatan kompetensi aparatur dan profesional melalui Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 dengan materi yang disesuaikan dengan perkembangan kebijakan dan kebutuhan organisasi.
Melalui Bimtek Pengadaan Berkelanjutan, Pelatihan Sustainable Procurement, dan Training Pengadaan Berkelanjutan, peserta dapat memperkuat kemampuan dalam menerapkan prinsip ekonomi, sosial, dan lingkungan pada proses pengadaan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang.

Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 Regulasi Terbaru Bersertifikat
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan
Metode : Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan :
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan :
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember 2026
Legalitas Lembaga:
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan :
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya :
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas :
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran :
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person :
- Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Jadwal Pelatihan Pengadaan Berkelanjutan Tahun 2026 Regulasi Terbaru Bersertifikat










