Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru

Pengelolaan data yang akurat menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pengembangan destinasi pariwisata. Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 membantu peserta memahami pemanfaatan Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional untuk mengelola dan membaca data sektor pariwisata secara lebih terstruktur, sehingga informasi mengenai daya tarik wisata, amenitas, infrastruktur, serta potensi destinasi dapat mendukung penyusunan kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan.

Apa Itu Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027?

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 merupakan program pengembangan kompetensi yang membahas pemanfaatan Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional sebagai salah satu sarana pengelolaan dan penyajian informasi digital sektor pariwisata.

SISPARNAS menyediakan informasi digital mengenai data kepariwisataan daerah secara komprehensif, termasuk daya tarik wisata, amenitas, dan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah Indonesia. Platform tersebut juga memanfaatkan teknologi big data dan pendekatan adaptif untuk membantu pemetaan potensi serta penguatan sektor pariwisata.

Bagi pemerintah daerah, kualitas data menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, mengembangkan destinasi, serta mengevaluasi potensi pariwisata. Data yang terintegrasi juga dapat membantu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

SISPARNAS juga menyediakan panel data yang memungkinkan pencarian informasi berdasarkan wilayah, tahun, jenis daya tarik wisata, serta beberapa parameter pengembangan destinasi. Fitur tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan pengguna dalam memahami struktur data dan menggunakannya secara tepat untuk kebutuhan perencanaan.

Kebutuhan terhadap kompetensi tersebut semakin relevan pada 2026 karena pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional yang berstatus berlaku. Regulasi tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam tata kelola pembangunan kepariwisataan nasional.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan juga telah berlaku dan menjadi bagian dari perkembangan regulasi sektor pariwisata.

Tujuan dan Manfaat Bimtek SISPARNAS 2026

Program Bimtek SISPARNAS 2026 bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur dan pengelola sektor pariwisata dalam memahami data serta pemanfaatan sistem informasi kepariwisataan.

  • Memahami konsep dan fungsi Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional.
  • Meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola data kepariwisataan.
  • Memahami jenis informasi yang tersedia dalam SISPARNAS.
  • Meningkatkan kemampuan mengelola dan memperbarui data pariwisata.
  • Memahami prinsip validasi dan verifikasi data.
  • Meningkatkan kemampuan membaca informasi destinasi secara sistematis.
  • Mendukung penyusunan perencanaan pembangunan pariwisata berbasis data.
  • Membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi destinasi.
  • Mendukung pemetaan daya tarik wisata dan fasilitas pendukung.
  • Meningkatkan kualitas informasi untuk pengambilan keputusan.
  • Mendukung integrasi data antara pemerintah pusat dan daerah.
  • Meningkatkan kemampuan melakukan monitoring perkembangan sektor pariwisata.
  • Memperkuat koordinasi antarunit dalam pengelolaan data.
  • Mendukung kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih terukur.
  • Mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pariwisata.

Pemanfaatan data SISPARNAS dapat menjadi lebih optimal apabila pengguna memahami bukan hanya cara mengakses sistem, tetapi juga prinsip kualitas data, struktur informasi, interpretasi indikator, dan keterkaitannya dengan kebutuhan perencanaan daerah.

Materi yang Dibahas dalam Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan dapat disusun dengan pendekatan teori, simulasi, studi kasus, dan praktik pengelolaan data agar peserta mampu memahami sistem secara lebih aplikatif.

  1. Konsep dasar Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional.
  2. Kebijakan dan arah pengembangan SISPARNAS.
  3. Peran SISPARNAS dalam tata kelola data pariwisata.
  4. Struktur dan karakteristik data kepariwisataan.
  5. Pengenalan dashboard dan panel informasi SISPARNAS.
  6. Pengelolaan profil daya tarik wisata.
  7. Pendataan amenitas dan fasilitas pendukung pariwisata.
  8. Pendataan infrastruktur pendukung destinasi.
  9. Pengelolaan data destinasi pariwisata.
  10. Pengelolaan data desa wisata.
  11. Pengelolaan data geopark dan potensi wisata berbasis wilayah.
  12. Pengenalan data hotel dan akomodasi pariwisata.
  13. Pengenalan data usaha restoran dan fasilitas pendukung wisata.
  14. Pencarian dan penyaringan data berdasarkan wilayah.
  15. Analisis data daya tarik wisata.
  16. Validasi dan verifikasi data kepariwisataan.
  17. Pemutakhiran data oleh operator daerah.
  18. Pengelolaan kualitas dan konsistensi data.
  19. Pemanfaatan data untuk penyusunan kebijakan pariwisata.
  20. Pemanfaatan data dalam perencanaan pengembangan destinasi.
  21. Analisis potensi dan permasalahan destinasi berbasis data.
  22. Monitoring perkembangan informasi kepariwisataan.
  23. Studi kasus pengelolaan SISPARNAS di pemerintah daerah.
  24. Strategi meningkatkan kualitas data kepariwisataan daerah.

SISPARNAS secara aktual menampilkan berbagai kategori informasi nasional, termasuk daya tarik wisata, geopark, desa wisata, museum, cagar budaya, serta data kunjungan wisatawan dan tenaga kerja pariwisata. Hal ini memperlihatkan luasnya ekosistem data yang dapat menjadi bahan analisis bagi pemangku kepentingan pariwisata.

Dalam implementasinya, pengelolaan data juga membutuhkan koordinasi antara pengelola sistem, PIC, operator daerah, dan unit teknis terkait. Kementerian Pariwisata bahkan mencatat pelaksanaan bimbingan teknis sosialisasi SISPARNAS kepada PIC dan operator daerah di Sulawesi Utara pada Agustus 2026.

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?

Training SISPARNAS Pariwisata relevan bagi aparatur dan profesional yang terlibat dalam pengelolaan data, perencanaan, pengembangan destinasi, serta administrasi sektor pariwisata.

Peserta dapat berasal dari Dinas Pariwisata provinsi, kabupaten, dan kota, unit teknis pariwisata, Bappeda, pemerintah daerah, pengelola destinasi, badan otorita pariwisata, serta organisasi perangkat daerah yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan pariwisata.

Program ini juga relevan bagi pejabat struktural, perencana, analis kebijakan, pengelola data, operator SISPARNAS, PIC daerah, tenaga statistik, pengelola destinasi, serta aparatur yang bertanggung jawab terhadap penyediaan informasi kepariwisataan.

Selain instansi pemerintah, materi dapat bermanfaat bagi BUMN, BUMD, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, yayasan, asosiasi pariwisata, pengelola kawasan wisata, dan profesional yang membutuhkan pemahaman mengenai data serta sistem informasi pariwisata.

Kemampuan memahami data menjadi semakin penting karena pembangunan destinasi tidak hanya membutuhkan informasi mengenai objek wisata. Pemerintah juga perlu melihat amenitas, infrastruktur, aksesibilitas, aktivitas wisata, potensi ekonomi, serta kondisi pendukung lainnya secara lebih menyeluruh.

Dari Mana Narasumber dalam Pelatihan Ini?

Narasumber program PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia diarahkan berasal dari praktisi kepariwisataan, akademisi, perencana pembangunan, profesional bidang data, konsultan pariwisata, serta tenaga ahli yang memiliki pengalaman dalam sistem informasi dan pengelolaan data kepariwisataan.

Pemilihan narasumber disesuaikan dengan kebutuhan materi agar peserta mendapatkan pemahaman yang menggabungkan aspek kebijakan, teknis, dan penerapan di lapangan. Pembelajaran dapat mencakup simulasi pengelolaan data, interpretasi informasi, studi kasus destinasi, serta pembahasan permasalahan yang sering dihadapi operator dan pengelola data.

Pendekatan tersebut penting karena SISPARNAS tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi. Pengguna juga perlu memahami bagaimana data dikumpulkan, diperiksa, diperbarui, dianalisis, dan digunakan untuk mendukung kebijakan pembangunan kepariwisataan.

FAQ Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata

Apa itu SISPARNAS dalam sektor kepariwisataan?

SISPARNAS adalah Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional yang menyajikan informasi digital mengenai data kepariwisataan daerah secara komprehensif. Informasi yang tersedia mencakup antara lain daya tarik wisata, amenitas, dan infrastruktur pendukung pariwisata.

Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan SISPARNAS?

Pelatihan relevan bagi PIC dan operator daerah, Dinas Pariwisata, perencana, pengelola data, aparatur pemerintah daerah, pengelola destinasi, serta pihak lain yang memiliki tugas terkait data dan informasi kepariwisataan.

Mengapa SISPARNAS penting untuk pemerintah daerah?

Data yang terintegrasi dapat membantu pemerintah daerah memahami potensi dan kondisi sektor pariwisata secara lebih sistematis. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan pendukung perencanaan, pengembangan destinasi, monitoring, dan pengambilan kebijakan berbasis data.

Transformasi digital dalam sektor pariwisata membutuhkan sistem informasi yang mampu menyediakan data secara terstruktur dan dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan. SISPARNAS menjadi salah satu instrumen penting dalam penyediaan informasi digital kepariwisataan yang mencakup berbagai aspek destinasi dan ekosistem pendukungnya.

Melalui Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027, peserta dapat memperkuat kemampuan dalam memahami sistem, mengelola data, melakukan validasi, membaca informasi, serta memanfaatkan data kepariwisataan untuk mendukung perencanaan dan pengembangan destinasi.

PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia mendukung peningkatan kompetensi SDM melalui Bimtek SISPARNAS 2026, Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan, dan Training SISPARNAS Pariwisata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi dan organisasi.

Hubungi PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia untuk memperoleh informasi program Bimtek, Pelatihan, dan Training SISPARNAS Kepariwisataan guna memperkuat kompetensi pengelolaan data dan sistem informasi pariwisata organisasi Anda.


Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:

Metode :

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Lokasi Kegiatan : 

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan : 

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember 2026

Legalitas Lembaga:

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan : 

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya :

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas : 

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran : 

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person :

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru

Pelatihan SISPARNAS Kepariwisataan 2026-2027 Strategi Data Pariwisata Sesuai Regulasi Terbaru




author-avatar

Tentang Platindo Pusat Pelatihan

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan