Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027

Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027

Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027

Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat yang aman, efektif, bermutu, serta terkoordinasi. Pengelolaan obat tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perbekalan farmasi, tetapi juga mencakup proses pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, penggunaan, pemantauan, pengendalian, dan administrasi.

Dalam lingkungan rumah sakit, pengelolaan tersebut membutuhkan pembagian tugas dan kewenangan yang jelas antara instalasi farmasi, tenaga medis, tenaga kefarmasian, komite atau tim terkait, serta unit pelayanan lainnya. Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 menetapkan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan menjadi salah satu rujukan penting dalam penyelenggaraan pelayanan tersebut.

Apa Itu Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi?

PKPO merupakan singkatan dari Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat, yaitu area pengelolaan yang berkaitan dengan bagaimana obat dikelola dan digunakan secara tepat dalam pelayanan kesehatan. Konsep ini memiliki hubungan erat dengan mutu pelayanan, pengendalian risiko, dan keselamatan pasien.

Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi membahas bagaimana rumah sakit membangun sistem kerja yang memastikan setiap tahapan pengelolaan obat memiliki penanggung jawab, prosedur, pengawasan, serta dokumentasi yang jelas.

Standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit mencakup dua kelompok besar, yaitu pengelolaan sediaan farmasi dan pelayanan farmasi klinik. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa aktivitas tersebut antara lain mencakup pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian, administrasi, serta berbagai layanan farmasi klinik.

Struktur organisasi memiliki peran penting karena pelayanan obat melibatkan banyak profesi dan unit kerja. Dengan struktur yang jelas, rumah sakit dapat menetapkan siapa yang mengambil keputusan, siapa yang menjalankan proses, siapa yang melakukan pengawasan, dan bagaimana koordinasi dilakukan ketika ditemukan masalah.

Manajemen yang baik juga membantu mencegah terjadinya duplikasi tugas atau kekosongan tanggung jawab. Setiap proses perlu didukung dengan kebijakan, standar prosedur operasional, dokumentasi, indikator mutu, serta mekanisme evaluasi.

Tujuan dan Manfaat Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi

Program Bimtek Manajemen PKPO diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap tata kelola pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat secara menyeluruh.

  • Memahami konsep dan ruang lingkup PKPO.
  • Meningkatkan tata kelola pelayanan kefarmasian rumah sakit.
  • Memperjelas tugas dan kewenangan setiap unit terkait.
  • Memperkuat koordinasi antara instalasi farmasi dan unit pelayanan.
  • Meningkatkan keamanan dalam penggunaan obat.
  • Mendukung pengelolaan obat yang efektif dan efisien.
  • Mengurangi risiko medication error.
  • Meningkatkan pengendalian terhadap obat berisiko tinggi.
  • Memperkuat dokumentasi dan pelaporan pelayanan kefarmasian.
  • Meningkatkan kualitas monitoring penggunaan obat.
  • Mendukung penerapan standar pelayanan kefarmasian.
  • Memperkuat budaya keselamatan pasien.
  • Membantu rumah sakit melakukan evaluasi terhadap proses PKPO.
  • Meningkatkan kesiapan organisasi menghadapi evaluasi mutu dan akreditasi.

Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 menyebutkan bahwa pelayanan kefarmasian di rumah sakit menjadi tanggung jawab apoteker dan mencakup pengelolaan sediaan farmasi, BMHP, serta pelayanan farmasi klinik.

Materi yang Dibahas dalam Pelatihan Manajemen PKPO

Pelatihan PKPO Rumah Sakit dapat dirancang dengan pendekatan teori, studi kasus, diskusi, dan simulasi agar peserta mampu menghubungkan regulasi dengan praktik di unit kerja.

  1. Konsep dasar Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat.
  2. Ruang lingkup dan tujuan PKPO di rumah sakit.
  3. Regulasi pelayanan kefarmasian di rumah sakit.
  4. Prinsip tata kelola dan manajemen PKPO.
  5. Struktur organisasi dan pembagian kewenangan PKPO.
  6. Peran pimpinan rumah sakit dalam tata kelola obat.
  7. Peran instalasi farmasi dalam pengelolaan obat.
  8. Koordinasi antara farmasi, dokter, perawat, dan unit pelayanan.
  9. Pemilihan dan formularium obat.
  10. Perencanaan kebutuhan obat.
  11. Pengadaan dan penerimaan sediaan farmasi.
  12. Penyimpanan obat sesuai persyaratan.
  13. Distribusi obat kepada unit pelayanan.
  14. Pengendalian persediaan dan stok obat.
  15. Pengelolaan obat high alert.
  16. Pengelolaan obat LASA.
  17. Pengelolaan obat emergensi.
  18. Penggunaan obat secara rasional.
  19. Pengkajian resep dan instruksi pengobatan.
  20. Rekonsiliasi obat.
  21. Pelayanan informasi obat.
  22. Konseling dan edukasi penggunaan obat.
  23. Pemantauan terapi obat.
  24. Monitoring efek samping obat.
  25. Pencegahan medication error.
  26. Pelaporan dan dokumentasi penggunaan obat.
  27. Monitoring indikator mutu PKPO.
  28. Evaluasi efektivitas struktur organisasi PKPO.
  29. Identifikasi risiko dalam pelayanan kefarmasian.
  30. Penyusunan rencana perbaikan dan peningkatan mutu PKPO.

Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit yang diterbitkan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa standar tersebut mencakup aktivitas pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP serta pelayanan farmasi klinik.

Karena itu, materi PKPO sebaiknya tidak hanya berorientasi pada administrasi farmasi. Pembelajaran perlu menghubungkan proses tersebut dengan outcome terapi, keselamatan pasien, pengendalian risiko, serta mutu pelayanan rumah sakit.

Struktur Organisasi PKPO yang Efektif

Struktur organisasi dalam PKPO perlu disusun berdasarkan kebutuhan dan tata kelola masing-masing rumah sakit. Penetapan struktur sebaiknya memperhatikan kewenangan, kompetensi, alur koordinasi, tanggung jawab, serta hubungan kerja antarunit.

Dalam penerapannya, rumah sakit dapat mengatur keterlibatan pimpinan, instalasi farmasi, komite atau tim terkait, dokter, perawat, tenaga kefarmasian, serta unit lain yang berhubungan dengan penggunaan obat. Pembagian peran yang jelas membantu memastikan bahwa keputusan terkait obat dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan.

Training PKPO dan Struktur Organisasi juga dapat membahas penyusunan uraian tugas dan matriks kewenangan. Dokumen tersebut penting untuk menghindari tumpang tindih tanggung jawab dan memperjelas jalur eskalasi apabila terjadi masalah.

Struktur yang efektif harus didukung komunikasi lintas profesi. Pengelolaan obat merupakan proses yang saling terhubung dari tahap perencanaan hingga pemantauan penggunaan, sehingga kelemahan pada satu tahap dapat memengaruhi tahapan berikutnya.

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?

Pelatihan PKPO relevan bagi tenaga kesehatan dan pengelola rumah sakit yang terlibat dalam pelayanan kefarmasian serta penggunaan obat.

Peserta dapat berasal dari direktur atau manajemen rumah sakit, kepala instalasi farmasi, apoteker, tenaga teknis kefarmasian, dokter, perawat, komite farmasi dan terapi, komite mutu, tim keselamatan pasien, serta pengelola unit pelayanan.

Program ini juga relevan bagi staf administrasi farmasi, pengelola logistik, petugas gudang farmasi, tim pengendalian mutu, auditor internal, dan personel lain yang memiliki tugas berkaitan dengan tata kelola obat.

Rumah sakit dapat mengikutsertakan peserta lintas profesi agar pemahaman mengenai PKPO tidak hanya dimiliki oleh instalasi farmasi. Pendekatan tersebut penting karena penggunaan obat melibatkan proses klinis dan administratif yang saling berkaitan.

Dari Mana Narasumber dalam Pelatihan Ini?

Narasumber program PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia diarahkan berasal dari apoteker, praktisi manajemen rumah sakit, akademisi bidang farmasi, tenaga profesional pelayanan kefarmasian, praktisi mutu dan keselamatan pasien, serta tenaga ahli yang memiliki pengalaman relevan.

Pemilihan narasumber disesuaikan dengan materi agar peserta memperoleh perspektif yang seimbang antara regulasi, manajemen, aspek farmasi klinik, keselamatan pasien, dan penerapan di rumah sakit.

Pendekatan berbasis kasus dapat digunakan untuk membahas masalah seperti ketidaksesuaian penyimpanan, kesalahan penggunaan obat, pengendalian obat high alert, ketidaktepatan dokumentasi, hingga lemahnya koordinasi antarunit.

FAQ Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

Apa yang dimaksud dengan PKPO di rumah sakit?

PKPO adalah Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat yang berkaitan dengan pengelolaan sediaan farmasi serta pelayanan farmasi klinik di rumah sakit. Pelaksanaannya perlu mengikuti standar pelayanan kefarmasian yang ditetapkan dalam regulasi.

Mengapa struktur organisasi penting dalam PKPO?

Struktur organisasi membantu memperjelas tugas, kewenangan, tanggung jawab, dan koordinasi dalam pengelolaan obat. Dengan pembagian peran yang jelas, proses pelayanan dapat dikendalikan secara lebih sistematis.

Siapa yang bertanggung jawab dalam pelayanan kefarmasian rumah sakit?

Pelayanan kefarmasian di rumah sakit menjadi tanggung jawab apoteker sesuai standar pelayanan kefarmasian, dengan pelaksanaan yang melibatkan koordinasi lintas profesi dan unit terkait.

Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi merupakan bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kefarmasian yang aman, efektif, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Pengelolaan obat membutuhkan sistem yang jelas mulai dari pemilihan dan perencanaan hingga penggunaan serta monitoring terapi.

Melalui Bimtek Manajemen PKPO, Pelatihan PKPO Rumah Sakit, dan Training PKPO dan Struktur Organisasi, peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai tata kelola obat, pembagian tugas, pengendalian risiko, dokumentasi, serta koordinasi lintas profesi.

PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia mendukung pengembangan kompetensi SDM rumah sakit melalui program pelatihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan penguatan tata kelola pelayanan kefarmasian.

Hubungi PLATINDO Pusat Pelatihan Indonesia untuk memperoleh informasi program Bimtek, Pelatihan, dan Training Manajemen PKPO yang relevan dengan kebutuhan peningkatan mutu pelayanan kefarmasian dan keselamatan pasien di rumah sakit.

Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027

Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

Metode : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Lokasi Kegiatan : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember 2026

Legalitas Lembaga: Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person : Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif

Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027

Pelatihan Manajemen PKPO dan Struktur Organisasi Strategi Efektif Materi Terbaru Tahun 2026-2027




author-avatar

Tentang Platindo Pusat Pelatihan

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan