Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terbaru 2026-2027

Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026-2027
Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026–2027: Solusi Strategis Penguatan Kinerja Aparatur Pemerintah
Pendahuluan
Dalam era reformasi birokrasi dan tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi, instansi pemerintah dituntut untuk tidak hanya memiliki visi dan misi yang jelas, tetapi juga mampu memastikan bahwa visi tersebut benar-benar diwujudkan melalui kinerja nyata aparatur sipil negara (ASN). Tantangan yang sering dihadapi oleh organisasi sektor publik adalah adanya kesenjangan antara dokumen perencanaan strategis dengan implementasi kinerja di tingkat unit kerja maupun individu. Visi organisasi yang telah dirumuskan secara baik sering kali belum sepenuhnya terinternalisasi ke dalam sasaran kinerja pegawai, sehingga pencapaian tujuan strategis organisasi menjadi kurang optimal.
Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis Balanced Scorecard (BSC) Terpadu 2026–2027 hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut. Pelatihan ini dirancang untuk membantu instansi pemerintah membangun keterkaitan yang kuat antara visi, misi, tujuan strategis organisasi, dan kinerja ASN secara terukur dan berkelanjutan. Melalui pendekatan Balanced Scorecard yang terintegrasi dengan kebijakan terbaru penilaian kinerja ASN, bimtek ini memberikan kerangka kerja yang sistematis untuk menerjemahkan strategi organisasi ke dalam indikator kinerja yang jelas, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah dinamika perubahan regulasi, tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, serta kebutuhan akan birokrasi yang profesional dan adaptif, pengelolaan kinerja ASN tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional. Diperlukan pendekatan manajemen kinerja modern yang mampu menyelaraskan arah organisasi dengan kontribusi individu. Balanced Scorecard sebagai alat manajemen strategis terbukti efektif dalam membantu organisasi memahami hubungan sebab-akibat antara pengembangan sumber daya manusia, perbaikan proses internal, peningkatan kualitas layanan publik, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran. Oleh karena itu, penerapan BSC secara terpadu dalam sistem kinerja ASN menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang berorientasi hasil (result-oriented government).
Melalui bimtek ini, peserta tidak hanya dibekali pemahaman konseptual mengenai Balanced Scorecard, tetapi juga keterampilan praktis dalam menyusun peta strategis, indikator kinerja utama, serta Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang selaras dengan visi organisasi. Dengan demikian, setiap ASN diharapkan mampu memahami peran strategisnya dalam mendukung pencapaian tujuan instansi, sehingga kinerja tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.
Definisi Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi Berbasis BSC Terpadu
Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis Balanced Scorecard (BSC) Terpadu merupakan program pelatihan intensif dan terstruktur yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah dalam menerapkan konsep manajemen strategis modern secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Bimtek ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan yang selama ini kerap terjadi antara perencanaan strategis organisasi pemerintah dengan implementasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) di tingkat unit kerja maupun individu.
Dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan, visi dan misi organisasi sering kali telah dirumuskan dengan baik melalui dokumen perencanaan strategis seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Strategis (Renstra), maupun Rencana Kerja Tahunan. Namun demikian, tidak sedikit instansi yang menghadapi tantangan dalam menerjemahkan visi dan strategi tersebut ke dalam target kinerja ASN yang konkret, terukur, dan selaras dengan arah kebijakan organisasi. Bimtek ini hadir untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan teknis dalam menyelaraskan seluruh elemen tersebut secara terpadu.
Secara konseptual, Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu berlandaskan pada pendekatan Balanced Scorecard sebagai alat manajemen strategis yang komprehensif. Balanced Scorecard tidak hanya dipahami sebagai alat pengukuran kinerja, tetapi sebagai kerangka kerja manajemen yang mampu menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam sasaran strategis, indikator kinerja, serta target yang dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, organisasi tidak lagi hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan proses, kapasitas sumber daya manusia, serta kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan publik.
Balanced Scorecard (BSC) sendiri merupakan kerangka kerja manajemen kinerja yang mengintegrasikan visi dan strategi organisasi ke dalam seperangkat tujuan dan indikator kinerja yang seimbang melalui empat perspektif utama. Keempat perspektif tersebut meliputi perspektif keuangan atau akuntabilitas anggaran, perspektif pelanggan atau masyarakat, perspektif proses internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sumber daya manusia. Dalam sektor publik, keempat perspektif ini dimodifikasi dan disesuaikan agar relevan dengan karakteristik organisasi pemerintahan yang tidak berorientasi pada laba, melainkan pada pelayanan publik dan pencapaian kepentingan masyarakat luas.
Perspektif keuangan dalam konteks sektor publik lebih menitikberatkan pada aspek akuntabilitas anggaran, efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya negara, serta kepatuhan terhadap regulasi keuangan. Perspektif ini memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah memberikan nilai manfaat yang optimal bagi masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Dalam bimtek ini, peserta akan memahami bagaimana sasaran keuangan atau akuntabilitas anggaran dapat diturunkan menjadi indikator kinerja yang relevan bagi unit kerja dan individu ASN.
Perspektif pelanggan dalam Balanced Scorecard sektor publik dimaknai sebagai perspektif masyarakat atau pemangku kepentingan. Fokus utama perspektif ini adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, kepuasan masyarakat, serta kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Melalui bimtek ini, peserta akan dibekali pemahaman mengenai cara mengidentifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat, serta bagaimana menerjemahkannya ke dalam sasaran dan indikator kinerja yang terukur. Dengan demikian, kinerja ASN tidak hanya diukur dari aspek administratif, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
Perspektif proses internal menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi proses bisnis di dalam organisasi pemerintahan. Proses internal yang dimaksud mencakup seluruh rangkaian kegiatan yang mendukung penyelenggaraan pelayanan publik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program dan kegiatan. Dalam bimtek ini, peserta akan mempelajari bagaimana mengidentifikasi proses-proses strategis yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian visi organisasi, serta bagaimana menetapkan indikator kinerja proses yang relevan dan dapat dikendalikan.
Sementara itu, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan berfokus pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia, budaya organisasi, serta sistem pendukung yang memungkinkan organisasi beradaptasi terhadap perubahan dan tantangan masa depan. Perspektif ini sangat penting dalam konteks ASN, karena kualitas kinerja organisasi pemerintah sangat ditentukan oleh kompetensi, integritas, dan profesionalisme aparatur. Melalui bimtek ini, peserta akan memahami bagaimana pengembangan kompetensi ASN, penguatan budaya kinerja, dan pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi pendorong utama pencapaian kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Istilah “terpadu” dalam Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC merujuk pada integrasi menyeluruh antara Balanced Scorecard dengan sistem penilaian kinerja ASN, khususnya penyusunan dan evaluasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sesuai regulasi terbaru. Integrasi ini menjadi elemen kunci dalam memastikan bahwa kinerja individu ASN benar-benar mencerminkan kontribusi nyata terhadap pencapaian sasaran strategis organisasi. Dengan pendekatan terpadu, SKP tidak lagi disusun secara terpisah atau bersifat administratif, melainkan menjadi instrumen manajemen kinerja yang strategis dan berorientasi hasil.
Dalam kerangka bimtek ini, SKP diposisikan sebagai turunan langsung dari peta strategis organisasi yang disusun berdasarkan Balanced Scorecard. Artinya, setiap target kinerja individu ASN harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran strategis organisasi, baik pada level unit kerja maupun instansi secara keseluruhan. Pendekatan ini membantu menghilangkan subjektivitas dalam penilaian kinerja, karena indikator dan target kinerja telah ditetapkan secara jelas, terukur, dan berbasis data.
Bimtek ini juga menekankan pentingnya proses cascading strategy, yaitu proses penurunan sasaran strategis organisasi ke dalam sasaran unit kerja, hingga sasaran individu ASN. Melalui cascading yang tepat, visi dan misi organisasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk target kinerja yang dapat dicapai dan dievaluasi. Peserta bimtek akan dilatih untuk memahami teknik cascading yang efektif, sehingga setiap level organisasi memiliki peran dan kontribusi yang jelas dalam mendukung pencapaian tujuan bersama.
Selain itu, Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya peta strategis (strategy map) sebagai alat visualisasi hubungan sebab-akibat antar sasaran strategis. Peta strategis membantu organisasi melihat bagaimana peningkatan kompetensi ASN dan perbaikan proses internal akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik dan akuntabilitas anggaran. Dengan demikian, pengelolaan kinerja menjadi lebih terarah dan berbasis logika strategis yang kuat.
Secara keseluruhan, definisi Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu mencerminkan sebuah pendekatan pelatihan yang holistik, sistematis, dan aplikatif dalam pengelolaan kinerja aparatur pemerintah. Bimtek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teoritis mengenai Balanced Scorecard, tetapi juga untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam mengimplementasikan konsep tersebut sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan organisasi pemerintah.
Dengan mengikuti bimtek ini, aparatur pemerintah diharapkan mampu membangun sistem manajemen kinerja yang selaras antara visi organisasi dan kinerja individu, transparan dalam pengukuran, serta berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berkinerja tinggi.
Peran dan Pentingnya Bimtek dalam Konteks Instansi Pemerintah
Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis Balanced Scorecard (BSC) Terpadu memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan. Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas, instansi pemerintah dituntut untuk memiliki sistem manajemen kinerja yang mampu memastikan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN) bekerja secara terarah, terukur, dan selaras dengan visi serta tujuan strategis organisasi.
Salah satu permasalahan mendasar dalam pengelolaan kinerja ASN selama ini adalah belum optimalnya keterkaitan antara target organisasi dengan target kinerja individu. Dalam banyak kasus, visi dan misi organisasi telah dirumuskan secara komprehensif dalam dokumen perencanaan strategis, namun tidak sepenuhnya tercermin dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) ASN. Akibatnya, kinerja individu sering kali berjalan secara parsial, tidak terintegrasi, dan sulit diukur kontribusinya terhadap pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Bimtek ini hadir untuk menjawab permasalahan tersebut melalui pendekatan manajemen kinerja yang terstruktur dan terpadu.
Peran utama bimtek ini adalah sebagai sarana peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam membangun sistem manajemen kinerja yang selaras antara visi organisasi dan kinerja ASN. Melalui pemahaman Balanced Scorecard, peserta dibekali kemampuan untuk menerjemahkan visi, misi, dan strategi organisasi ke dalam sasaran strategis yang jelas, indikator kinerja yang terukur, serta target yang realistis namun menantang. Dengan demikian, kinerja ASN tidak lagi dipahami sebagai pemenuhan tugas administratif semata, tetapi sebagai kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan strategis instansi.
Dalam konteks reformasi birokrasi, Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu berperan penting dalam memperkuat pilar manajemen kinerja. Reformasi birokrasi menuntut adanya birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Tanpa sistem manajemen kinerja yang baik, reformasi birokrasi berisiko hanya menjadi agenda normatif tanpa dampak nyata. Bimtek ini membantu instansi pemerintah memastikan bahwa reformasi birokrasi benar-benar diimplementasikan hingga ke level individu ASN melalui sistem penilaian kinerja yang objektif dan transparan.
Pentingnya bimtek ini juga terlihat dari perannya dalam mengatasi subjektivitas dalam penilaian kinerja ASN. Dalam praktik konvensional, penilaian kinerja sering kali dipengaruhi oleh faktor non-kinerja, seperti kedekatan personal atau persepsi subjektif atasan. Dengan pendekatan Balanced Scorecard yang terintegrasi ke dalam SKP, indikator kinerja disusun secara jelas dan berbasis data, sehingga penilaian kinerja menjadi lebih adil, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan ASN terhadap sistem penilaian, tetapi juga mendorong terciptanya iklim kerja yang lebih profesional.
Selain itu, bimtek ini berperan strategis dalam mendorong perubahan budaya kerja ASN. Budaya kerja birokrasi yang selama ini cenderung berorientasi pada prosedur dan rutinitas administratif diarahkan menjadi budaya kinerja yang berorientasi pada hasil dan dampak. Melalui penerapan Balanced Scorecard, ASN diajak untuk memahami bahwa setiap aktivitas yang dilakukan harus memiliki nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat. Bimtek ini membantu membangun kesadaran bahwa kinerja tidak hanya diukur dari seberapa banyak pekerjaan yang dilakukan, tetapi dari sejauh mana pekerjaan tersebut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan strategis dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Peran penting lainnya dari bimtek ini adalah sebagai alat untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengendalian kinerja organisasi. Balanced Scorecard memungkinkan pimpinan instansi untuk melihat kinerja organisasi secara komprehensif melalui empat perspektif utama, yaitu akuntabilitas anggaran, masyarakat sebagai pengguna layanan, proses internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan sumber daya manusia. Dengan perspektif yang seimbang ini, pimpinan tidak hanya fokus pada aspek keuangan atau serapan anggaran, tetapi juga memperhatikan kualitas layanan, efektivitas proses, dan pengembangan kompetensi ASN. Bimtek ini membekali pimpinan dan pengelola kinerja dengan kemampuan untuk memanfaatkan informasi kinerja tersebut dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia aparatur, bimtek ini memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan karier ASN yang berbasis kinerja. Sistem manajemen kinerja yang selaras dan terintegrasi memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi ASN berprestasi secara objektif, serta merancang program pengembangan kompetensi yang tepat sasaran. Dengan demikian, pengelolaan SDM tidak lagi bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Bimtek ini membantu instansi pemerintah membangun keterkaitan yang kuat antara kinerja, pengembangan kompetensi, dan jenjang karier ASN.
Pentingnya bimtek ini juga tercermin dalam kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan menyelaraskan kinerja ASN dengan visi organisasi dan kebutuhan masyarakat, instansi pemerintah dapat memastikan bahwa seluruh aktivitas dan program yang dilaksanakan benar-benar berorientasi pada kepuasan masyarakat. Balanced Scorecard memberikan kerangka kerja yang jelas untuk mengukur kinerja pelayanan publik, baik dari sisi kualitas, kecepatan, maupun dampaknya bagi masyarakat. Melalui bimtek ini, peserta memahami bagaimana menetapkan indikator kinerja pelayanan yang relevan dan bagaimana memantau pencapaiannya secara berkelanjutan.
Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu juga berperan dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja instansi pemerintah. Sistem manajemen kinerja yang berbasis Balanced Scorecard menghasilkan informasi kinerja yang terstruktur dan mudah dipahami oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan, pengawas internal, auditor, dan masyarakat. Informasi kinerja yang transparan menjadi dasar penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan mengikuti bimtek ini, instansi pemerintah dapat memperkuat mekanisme pelaporan kinerja yang akurat, konsisten, dan berbasis data.
Dalam era digital dan keterbukaan informasi, tuntutan terhadap akuntabilitas kinerja pemerintah semakin meningkat. Masyarakat tidak hanya ingin mengetahui bagaimana anggaran digunakan, tetapi juga hasil dan dampak dari penggunaan anggaran tersebut. Bimtek ini membantu instansi pemerintah menjawab tuntutan tersebut dengan menyediakan kerangka kerja manajemen kinerja yang mampu menunjukkan keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, dan hasil. Balanced Scorecard memungkinkan organisasi untuk mengkomunikasikan kinerja secara lebih sistematis dan logis kepada publik.
Peran strategis bimtek ini juga terlihat dalam mendukung efektivitas organisasi. Dengan sistem manajemen kinerja yang terintegrasi, organisasi dapat mengidentifikasi area kinerja yang lemah, memahami akar permasalahan, serta merumuskan langkah perbaikan yang tepat. Balanced Scorecard membantu organisasi melihat hubungan sebab-akibat antara pengembangan SDM, perbaikan proses internal, peningkatan kualitas layanan, dan pencapaian akuntabilitas anggaran. Melalui bimtek ini, peserta dibekali kemampuan analitis untuk memanfaatkan informasi kinerja sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dan strategis.
Pada akhirnya, Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan birokrasi yang berkinerja tinggi, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi merupakan instrumen strategis dalam transformasi manajemen kinerja pemerintahan. Dengan sistem kinerja yang selaras, terukur, dan transparan, instansi pemerintah akan lebih mampu mencapai visi dan misinya secara efektif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.
Materi yang disajikan dalam Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu disusun secara sistematis dan aplikatif, meliputi:
Konsep Dasar Manajemen Strategis Sektor Publik
Pemahaman mengenai peran visi, misi, dan strategi dalam organisasi pemerintahan.Pengenalan Balanced Scorecard untuk Instansi Pemerintah
Penjelasan empat perspektif BSC dan penyesuaiannya dalam konteks pelayanan publik.Penyusunan Peta Strategis (Strategy Map)
Teknik menyusun peta strategis yang menggambarkan hubungan sebab-akibat antar sasaran strategis.Penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU)
Metode menentukan indikator kinerja yang relevan, terukur, dan selaras dengan tujuan organisasi.Integrasi Balanced Scorecard dengan SKP ASN Terbaru
Teknik cascading sasaran strategis organisasi ke dalam SKP unit kerja dan individu.Penyusunan Target Kinerja Berbasis Output dan Outcome
Penetapan target yang realistis, menantang, dan dapat dievaluasi secara objektif.Monitoring dan Evaluasi Kinerja Berbasis BSC
Mekanisme pemantauan dan evaluasi kinerja secara periodik menggunakan data kinerja.Studi Kasus dan Praktik Penyusunan SKP Terpadu
Simulasi dan latihan penyusunan SKP berbasis Balanced Scorecard.
Tujuan dan Manfaat Bimtek
Tujuan utama bimtek ini adalah meningkatkan kapasitas ASN dan pimpinan instansi dalam mengelola kinerja secara strategis dan terintegrasi. Adapun manfaat yang akan diperoleh peserta antara lain:
Memahami konsep dan penerapan Balanced Scorecard dalam organisasi pemerintah
Meningkatkan keselarasan antara visi organisasi dan kinerja ASN
Mewujudkan sistem penilaian kinerja yang objektif dan transparan
Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja instansi
Mendukung implementasi reformasi birokrasi secara berkelanjutan
Narasumber
Bimtek ini didukung oleh narasumber profesional yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang manajemen kinerja sektor publik, Balanced Scorecard, serta reformasi birokrasi. Para narasumber berasal dari praktisi, akademisi, dan konsultan nasional yang telah berpengalaman mendampingi instansi pemerintah dalam penerapan BSC dan sistem kinerja ASN.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Siapa saja yang dapat mengikuti bimtek ini?
Bimtek ini dapat diikuti oleh pimpinan instansi, pejabat struktural dan fungsional, pengelola kinerja, serta ASN yang terlibat dalam penyusunan dan evaluasi SKP.
2. Apa manfaat utama mengikuti bimtek ini?
Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan praktis dalam menyelaraskan visi organisasi dengan kinerja ASN berbasis Balanced Scorecard.
3. Apakah bimtek ini sesuai dengan regulasi terbaru ASN?
Ya, materi bimtek disusun sesuai kebijakan dan regulasi terbaru terkait penilaian kinerja ASN.
4. Apakah tersedia studi kasus dan praktik?
Ya, bimtek dilengkapi dengan studi kasus dan simulasi penyusunan SKP terpadu.
5. Berapa lama durasi bimtek?
Durasi bimtek disesuaikan dengan kebutuhan instansi, umumnya 2–3 hari pelatihan intensif.
6. Apakah bimtek dapat dilaksanakan secara in-house?
Ya, Platindo Pusat Pelatihan melayani pelaksanaan bimtek secara in-house maupun klasikal.
7. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Setiap peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari Platindo Pusat Pelatihan.
8. Apakah materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi?
Materi dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing instansi.
9. Metode pembelajaran apa yang digunakan?
Metode pembelajaran meliputi ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, dan praktik langsung.
10. Bagaimana cara mendaftar bimtek ini?
Pendaftaran dapat dilakukan melalui Platindo Pusat Pelatihan sesuai informasi yang tersedia.
Jadilah Pionir Perubahan: Ikuti Bimtek Kinerja ASN Berbasis BSC Sekarang!
Jangan biarkan instansi Anda tertinggal dalam arus transformasi birokrasi. Ketidakjelasan target adalah musuh utama produktivitas. Inilah saatnya Anda mengambil langkah nyata untuk menyelaraskan setiap energi yang ada di organisasi menuju satu tujuan mulia. Dengan mengikuti Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026-2027 bersama Platindo Pusat Pelatihan, Anda tidak hanya belajar teori, tetapi juga membawa pulang solusi konkret.

Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026-2027
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026-2027
Metode Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026-2027
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan:
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan:
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.
Legalitas Lembaga:
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person
- Arie – Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Bimtek Sinkronisasi Visi Organisasi dengan Kinerja ASN Berbasis BSC Terpadu 2026-2027








