Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026

Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026
Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026
Pendahuluan
Di era transformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik, peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan sebuah keharusan yang menentukan keberhasilan pembangunan dan pelayanan publik. OPD sebagai unit pelaksana tugas pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan program kerja menjadi output yang nyata, tepat waktu, dan berkualitas. Namun, di lapangan seringkali ditemukan tantangan operasional dan administrasi yang menghambat efektivitas kinerja, seperti proses birokrasi yang masih lambat, dokumen yang tidak terintegrasi, hingga keterbatasan kompetensi SDM dalam mengelola kegiatan secara profesional. Kondisi ini semakin kompleks ketika regulasi dan tuntutan kinerja terus berubah mengikuti dinamika pembangunan nasional.
Menghadapi tantangan tersebut, peningkatan kapasitas ASN melalui bimbingan teknis (bimtek) operasional dan administrasi OPD menjadi solusi yang relevan dan strategis. Bimtek ini dirancang untuk memperkuat kemampuan ASN dalam mengelola proses operasional, administrasi, pelaporan, dan pengendalian internal sesuai standar tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan pembekalan yang tepat, ASN dapat bekerja lebih efektif, efisien, serta mampu menekan potensi kesalahan administratif yang berisiko terhadap temuan audit dan hambatan program. Terlebih memasuki tahun 2026, pemerintah mendorong percepatan reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas layanan, digitalisasi proses, serta peningkatan akuntabilitas. Maka dari itu, bimtek operasional dan administrasi OPD menjadi bagian penting dalam revolusi kinerja ASN menuju birokrasi yang lebih modern dan responsif.Bimtek Operasional & Administrasi OPD
Bimtek Operasional & Administrasi OPD juga penting dalam menciptakan keseragaman standar kerja di seluruh OPD. Banyak instansi yang mengalami disparitas cara kerja, format administrasi, dan prosedur operasional yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan ketidakefisienan dan risiko kesalahan. Melalui bimtek ini, ASN mendapatkan pemahaman yang seragam mengenai standar operasional prosedur (SOP), tata naskah dinas, pengelolaan arsip, manajemen kinerja, hingga administrasi keuangan yang sesuai ketentuan. Dengan adanya standar yang konsisten, OPD dapat meningkatkan koordinasi antar unit, mempercepat proses kerja, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.Bimtek Operasional & Administrasi OPD
Definisi Bimtek Operasional & Administrasi OPD
Bimtek Operasional & Administrasi OPD adalah program bimbingan teknis dan pelatihan yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam mengelola seluruh aktivitas operasional dan administrasi di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya penguatan tata kelola pemerintahan, karena administrasi dan operasional merupakan tulang punggung pelaksanaan kebijakan publik. Tanpa administrasi yang tertib dan operasional yang efisien, pelaksanaan program akan rentan mengalami hambatan, seperti keterlambatan, pemborosan anggaran, hingga kualitas hasil yang tidak sesuai harapan. Oleh karena itu, bimtek ini dirancang untuk membekali ASN dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan agar mampu menjalankan tugas dengan profesional dan berorientasi pada hasil.
Secara konseptual, bimtek ini mengintegrasikan berbagai aspek yang menjadi inti dari tugas operasional dan administrasi OPD. Operasional OPD mencakup seluruh aktivitas pelaksanaan program dan kegiatan yang bersifat teknis dan administratif, termasuk koordinasi antar unit, pengelolaan sumber daya, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Sementara administrasi mencakup pengelolaan dokumen, tata naskah dinas, pengarsipan, penyusunan laporan, serta pengendalian internal yang memastikan proses kerja berjalan sesuai aturan. Bimtek ini memadukan keduanya agar ASN mampu menjalankan operasional yang efektif dengan dukungan administrasi yang tertib, sehingga kinerja OPD dapat meningkat secara signifikan.
Bimtek Operasional & Administrasi OPD dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang komprehensif, yaitu kombinasi antara teori, praktik, dan studi kasus yang relevan dengan tugas dan fungsi OPD. Pendekatan ini penting karena administrasi dan operasional bukan sekadar materi teoritis, tetapi merupakan aktivitas yang dilakukan secara nyata dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan adanya studi kasus, peserta dapat memahami tantangan operasional dan administratif yang sering terjadi di lapangan, serta belajar cara menyelesaikannya dengan cara yang tepat dan sesuai aturan. Selain itu, pendekatan praktik juga memungkinkan peserta untuk langsung menerapkan konsep yang dipelajari, sehingga transfer pengetahuan menjadi lebih efektif dan berdampak pada peningkatan kemampuan kerja.
Secara garis besar, bimtek ini mencakup pembekalan terkait pengelolaan administrasi umum, tata naskah dinas, pengarsipan, penyusunan laporan, manajemen kinerja, hingga pengendalian internal. Pengelolaan administrasi umum meliputi berbagai aspek seperti pengelolaan surat masuk dan keluar, penataan dokumen, pengelolaan aset, serta penyusunan dan penyimpanan dokumen administratif yang sesuai standar. Tata naskah dinas menjadi bagian penting karena dokumen dinas merupakan media utama komunikasi resmi antar instansi dan pihak terkait. Dalam bimtek ini, peserta dibekali standar penyusunan naskah dinas yang baik, tata cara penomoran, penandatanganan, hingga proses disposisi yang efektif. Pengarsipan juga menjadi fokus penting karena pengarsipan yang baik akan memudahkan pencarian dokumen, mendukung audit, serta memastikan keteraturan administrasi.
Penyusunan laporan menjadi bagian penting lain dari bimtek ini. Laporan merupakan alat utama pertanggungjawaban dan evaluasi kinerja OPD. Laporan yang baik harus memenuhi prinsip akurasi, relevansi, dan tepat waktu. Bimtek ini memberikan pembekalan mengenai teknik penyusunan laporan kinerja, laporan keuangan, serta laporan kegiatan yang sesuai standar dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pembelajaran ini, ASN dapat meningkatkan kemampuan dalam menyajikan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang tepat oleh pimpinan.
Manajemen kinerja menjadi salah satu komponen kunci dalam bimtek ini. Dalam konteks OPD, manajemen kinerja mencakup penetapan indikator kinerja, pemantauan capaian, evaluasi hasil kerja, serta pengambilan tindakan perbaikan jika terdapat deviasi. Bimtek ini membantu ASN memahami pentingnya manajemen kinerja sebagai alat untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program, serta bagaimana mengintegrasikan manajemen kinerja dalam proses operasional dan administrasi. Dengan manajemen kinerja yang baik, OPD dapat lebih mudah mengidentifikasi hambatan, meningkatkan kualitas layanan, serta mencapai target yang telah ditetapkan.
Selain itu, bimtek ini juga menekankan pengendalian internal sebagai bagian penting dari administrasi. Pengendalian internal berfungsi untuk memastikan bahwa seluruh proses kerja berjalan sesuai aturan, mengurangi risiko kesalahan, serta mencegah penyalahgunaan wewenang. Dalam bimtek, peserta diberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip pengendalian internal, mekanisme kontrol, serta langkah-langkah pencegahan temuan audit. Hal ini sangat penting mengingat instansi pemerintah selalu berada dalam pengawasan, baik internal maupun eksternal. Pengendalian internal yang kuat akan meningkatkan kepercayaan publik dan meminimalkan risiko kerugian negara.
Bimtek Operasional & Administrasi OPD juga memberikan pemahaman mengenai standar pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik. Standar pelayanan publik menjadi acuan dalam memberikan layanan kepada masyarakat secara konsisten dan berkualitas. Bimtek ini membantu ASN memahami bagaimana menyusun standar pelayanan, meningkatkan kualitas layanan, serta melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan. Sedangkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) mencakup prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan keadilan. Bimtek ini menanamkan pemahaman bahwa administrasi dan operasional yang baik harus selalu berlandaskan prinsip-prinsip tersebut agar pelayanan publik dapat berjalan secara adil dan berkelanjutan.
Integrasi digital dalam administrasi menjadi aspek yang tidak kalah penting dalam bimtek ini. Di era digital, pemerintah mendorong penggunaan sistem informasi dan aplikasi dalam pengelolaan administrasi dan layanan publik. Integrasi digital bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan pola kerja, peningkatan efisiensi, serta penguatan akuntabilitas data. Bimtek ini memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan aplikasi administrasi, pengelolaan dokumen elektronik, serta tata kelola data yang aman dan terintegrasi. Dengan kemampuan digital yang meningkat, ASN dapat bekerja lebih cepat, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan kualitas layanan.
Dengan demikian, Bimtek Operasional & Administrasi OPD tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis ASN, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada hasil. ASN yang mengikuti bimtek ini akan lebih siap menghadapi tantangan operasional dan administrasi yang semakin kompleks, serta mampu menjalankan tugasnya dengan lebih efektif dan akuntabel. Pada akhirnya, bimtek ini berkontribusi pada peningkatan kualitas tata kelola OPD, peningkatan layanan publik, dan tercapainya tujuan pembangunan nasional.
Peran dan Pentingnya Bimtek Operasional & Administrasi OPD
Bimtek Operasional & Administrasi OPD memiliki peran strategis yang sangat penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dalam konteks pemerintahan modern, kinerja OPD tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan program atau kegiatan, tetapi juga dari kualitas tata kelola administrasi, ketepatan pelaporan, dan efektivitas proses operasional yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Administrasi yang tertib, proses operasional yang efektif, serta sistem pelaporan yang akurat menjadi fondasi utama untuk memastikan bahwa setiap program pemerintah berjalan sesuai dengan perencanaan, tepat waktu, tepat biaya, dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi ASN dalam bidang operasional dan administrasi menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat ditunda.
Bimtek Operasional & Administrasi OPD hadir sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan tuntutan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Program bimtek ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis administrasi, tetapi juga pada pemahaman operasional yang bersinergi dengan manajemen kinerja dan pelayanan publik. Melalui bimtek ini, ASN diajak untuk memahami bahwa administrasi bukan sekadar kegiatan pengarsipan atau penyusunan dokumen, melainkan merupakan mekanisme pengendalian dan akuntabilitas yang menentukan kualitas pelaksanaan program. Administrasi yang baik akan menciptakan transparansi, meminimalkan risiko kesalahan, serta memperkuat pertanggungjawaban instansi terhadap publik.
Peran bimtek ini menjadi semakin penting ketika OPD dihadapkan pada tuntutan peningkatan kualitas layanan publik. Masyarakat menuntut layanan yang cepat, akurat, dan transparan, sedangkan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan layanan tersebut diberikan dengan standar yang tinggi. ASN sebagai pelaksana layanan publik perlu memiliki kemampuan operasional yang baik agar dapat merespon kebutuhan masyarakat secara tepat dan efisien. Bimtek Operasional & Administrasi OPD memberikan pembekalan tentang tata kelola administrasi layanan, standar operasional prosedur (SOP), manajemen kinerja, serta teknik penyusunan laporan yang mendukung pengambilan keputusan. Dengan demikian, ASN dapat menjalankan tugasnya secara lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Bagi instansi pemerintah, keberadaan ASN yang kompeten dalam operasional dan administrasi akan memberikan dampak positif yang sangat nyata. Pertama, produktivitas kerja akan meningkat karena ASN mampu menjalankan tugas dengan lebih terarah dan efisien. Proses administrasi yang rapi dan sistematis akan mempercepat alur kerja, mengurangi waktu tunggu, serta meminimalkan kesalahan dalam penyusunan dokumen. Kedua, risiko kesalahan administratif dapat ditekan secara signifikan. Dalam praktik pemerintahan, kesalahan administrasi sering menjadi sumber masalah yang berujung pada temuan audit, penundaan program, hingga konflik internal. Melalui bimtek ini, ASN dibekali pemahaman mengenai tata cara administrasi yang benar, standar pelaporan, serta pengendalian internal yang efektif sehingga potensi kesalahan dapat diminimalkan.
Ketiga, peningkatan kompetensi ASN akan berdampak pada kualitas layanan kepada masyarakat. Administrasi yang tertib dan operasional yang efisien memungkinkan OPD untuk memberikan layanan yang lebih responsif, akurat, dan transparan. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah serta memperkuat legitimasi pemerintahan di mata masyarakat. Layanan publik yang berkualitas juga berkontribusi pada tercapainya tujuan pembangunan yang lebih luas, seperti peningkatan kesejahteraan, pemerataan pelayanan, dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Selain itu, Bimtek Operasional & Administrasi OPD juga membantu instansi dalam menyiapkan administrasi yang siap diaudit. Audit internal dan eksternal merupakan bagian penting dari pengawasan terhadap kinerja pemerintah. Administrasi yang tidak tertata dengan baik sering menjadi sumber temuan audit yang dapat berdampak pada reputasi instansi. Dengan mengikuti bimtek ini, OPD dapat memperkuat pengendalian internal, meningkatkan kualitas dokumentasi, serta memastikan bahwa setiap proses administrasi dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini akan membantu instansi dalam menghadapi audit dengan lebih percaya diri dan mengurangi risiko temuan yang merugikan.
Urgensi bimtek ini semakin meningkat seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi yang menekankan pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi proses, dan profesionalisme aparatur. Pemerintah terus mendorong transformasi birokrasi melalui berbagai kebijakan yang menuntut perubahan budaya kerja, percepatan digitalisasi, serta peningkatan akuntabilitas. OPD sebagai ujung tombak pelaksanaan layanan publik perlu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut agar tidak tertinggal. Bimtek Operasional & Administrasi OPD menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat adaptasi ASN terhadap perubahan, terutama dalam menghadapi tuntutan kerja yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih transparan.
Digitalisasi layanan juga menjadi faktor pendorong penting bagi urgensi bimtek ini. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, pemerintah mendorong penggunaan aplikasi dan sistem digital dalam administrasi dan layanan publik. Digitalisasi administrasi bukan hanya soal penggunaan perangkat lunak, tetapi juga tentang perubahan pola kerja, integrasi data, serta peningkatan keamanan dan akuntabilitas. ASN perlu memiliki kemampuan untuk mengelola administrasi secara digital, memahami alur kerja berbasis sistem, serta menjaga kualitas data yang dihasilkan. Bimtek ini memberikan pembekalan yang relevan untuk memperkuat kompetensi digital ASN sehingga proses administrasi dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan aman.
Pengawasan yang semakin intensif juga menjadi alasan kuat mengapa bimtek ini sangat penting. Selain audit, OPD juga menghadapi pengawasan dari berbagai pihak, termasuk Inspektorat, BPK, dan pemangku kepentingan publik. Pengawasan ini menuntut OPD untuk memiliki administrasi yang transparan dan akuntabel. Bimtek Operasional & Administrasi OPD membantu ASN memahami standar pengawasan, persyaratan dokumentasi, serta mekanisme pelaporan yang memenuhi kaidah good governance. Dengan begitu, OPD dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi pengawasan dan mengurangi risiko temuan yang dapat mempengaruhi kinerja dan reputasi instansi.
Bimtek ini juga berperan sebagai sarana penyamaan persepsi dan penguatan standar kerja di lingkungan OPD. Dalam praktiknya, sering terjadi perbedaan cara kerja antar unit, format administrasi yang tidak konsisten, serta perbedaan pemahaman terhadap prosedur operasional. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakefisienan, miskomunikasi, dan potensi kesalahan. Dengan mengikuti bimtek ini, ASN dalam OPD akan memperoleh pemahaman yang seragam mengenai standar operasional, prosedur administrasi, serta tata kelola kerja. Penyamaan persepsi ini akan meningkatkan koordinasi antar unit, mempercepat alur kerja, serta memperkuat integritas sistem administrasi.
Secara keseluruhan, Bimtek Operasional & Administrasi OPD memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia ASN dan tata kelola pemerintahan. Bimtek ini membantu OPD meningkatkan produktivitas, menekan risiko kesalahan administrasi, memperkuat kualitas layanan publik, serta meningkatkan kesiapan menghadapi audit dan pengawasan. Di era reformasi birokrasi dan digitalisasi, bimtek ini menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan ASN memiliki kompetensi yang relevan dan up-to-date. Dengan demikian, OPD dapat menjalankan fungsi pelayanan dan pembangunan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan publik dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
.
Materi Bimtek Operasional & Administrasi OPD
Materi bimtek disusun secara sistematis dan mudah dipahami, meliputi:
Pengantar Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan
Standar Operasional Prosedur (SOP) OPD yang Efektif
Manajemen Administrasi Umum dan Tata Naskah Dinas
Pengelolaan Arsip dan Dokumentasi Instansi
Penyusunan Laporan Kinerja dan Laporan Keuangan
Manajemen Kinerja ASN dan Pengukuran Indikator
Pengendalian Internal dan Pencegahan Temuan Audit
Digitalisasi Administrasi dan Pemanfaatan Aplikasi Pemerintahan
Etika ASN, Disiplin Kerja, dan Budaya Pelayanan Publik
Studi Kasus dan Simulasi Praktik Operasional OPD
Tujuan dan Manfaat Bimtek
Tujuan utama bimtek ini adalah meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja ASN dalam operasional dan administrasi OPD sehingga dapat mendukung pencapaian kinerja instansi secara optimal. Manfaat yang diperoleh peserta antara lain:
Meningkatkan pemahaman tata kelola administrasi OPD
Memperkuat kemampuan penyusunan SOP dan standar kerja
Meningkatkan kualitas penyusunan laporan dan dokumentasi
Meningkatkan efektivitas pengendalian internal
Meningkatkan kemampuan adaptasi digital dalam administrasi
Mengurangi risiko temuan audit dan kesalahan administratif
Meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan publik
Narasumber
Bimtek ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang reformasi birokrasi, manajemen pemerintahan, dan administrasi publik. Narasumber merupakan praktisi dan akademisi yang berpengalaman dalam pendampingan OPD, pengembangan SOP, serta penguatan tata kelola administrasi. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam pembinaan ASN, narasumber mampu menyampaikan materi secara aplikatif dan relevan dengan kebutuhan instansi.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Siapa saja yang dapat mengikuti bimtek ini?
ASN OPD, pejabat struktural, staf administrasi, dan aparatur terkait.
2. Apakah bimtek ini cocok untuk OPD di tingkat provinsi maupun kabupaten?
Ya, materi disesuaikan dengan kebutuhan OPD di semua tingkatan.
3. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta memperoleh sertifikat resmi dari Platindo Pusat Pelatihan.
4. Berapa durasi bimtek?
Durasi biasanya 2–3 hari efektif, dapat disesuaikan kebutuhan.
5. Metode pembelajaran apa yang digunakan?
Presentasi, diskusi, studi kasus, dan simulasi.
6. Apakah bisa dilaksanakan in-house?
Bisa, kami menyediakan layanan bimtek in-house untuk instansi.
7. Apakah ada materi digitalisasi administrasi?
Ya, termasuk pemanfaatan aplikasi dan integrasi data.
8. Apakah bimtek ini dapat membantu mengurangi temuan audit?
Ya, salah satu fokus materi adalah pengendalian internal dan pencegahan temuan audit.
9. Apakah ada sesi konsultasi setelah bimtek?
Ya, peserta dapat berkonsultasi terbatas dengan narasumber.
10. Bagaimana cara pendaftaran?
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tim Platindo Pusat Pelatihan.
Ajakan Mengikuti Bimtek
Tingkatkan revolusi kinerja ASN di OPD Anda dengan mengikuti Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026 bersama Platindo Pusat Pelatihan. Jangan biarkan proses administrasi dan operasional menjadi hambatan dalam pencapaian kinerja.
📌 Daftarkan instansi Anda sekarang dan jadikan ASN lebih profesional, produktif, serta siap menghadapi tantangan birokrasi modern.

Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026
Metode 2026 Strategic Bimtek: Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan:
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan:
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.
Legalitas Lembaga:
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person
- Arie – Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Revolusi Kinerja ASN: Bimtek Operasional & Administrasi OPD sebagai Solusi Efektif 2026










