Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026

Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026
Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026
Pendahuluan
Dalam era transformasi digital dan penguatan tata kelola perusahaan modern, kebutuhan terhadap sistem pengadaan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel menjadi semakin penting di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu aspek utama yang menentukan kualitas pengadaan barang dan jasa adalah kemampuan dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara tepat dan profesional. Penyusunan RAB dan HPS bukan hanya sekadar proses administratif, melainkan merupakan fondasi utama dalam memastikan penggunaan anggaran perusahaan dilakukan secara optimal, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi belanja perusahaan serta pengawasan terhadap proses pengadaan, kompetensi sumber daya manusia dalam menyusun RAB dan HPS menjadi kebutuhan strategis yang tidak dapat diabaikan.
Dalam praktik pengadaan modern, ketepatan penyusunan RAB dan HPS memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan suatu proyek atau kegiatan perusahaan. Dokumen RAB berfungsi sebagai alat perencanaan biaya yang membantu organisasi menghitung kebutuhan anggaran secara rinci berdasarkan spesifikasi pekerjaan dan volume kegiatan. Sementara itu, HPS menjadi dasar dalam menilai kewajaran harga penawaran dari penyedia barang dan jasa. Kesalahan dalam penyusunan kedua dokumen tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari pemborosan anggaran, ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, rendahnya kualitas hasil pengadaan, hingga potensi temuan audit dan permasalahan hukum. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk memiliki SDM yang mampu memahami metode penyusunan biaya dan estimasi harga secara profesional sesuai regulasi terbaru.
Perkembangan kebijakan pengadaan nasional serta penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) juga mendorong BUMN untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan. Pemerintah dan lembaga pengawas menempatkan pengadaan barang dan jasa sebagai salah satu area strategis yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Dalam konteks tersebut, penyusunan RAB dan HPS harus dilakukan berdasarkan data yang valid, metode yang tepat, serta analisis pasar yang objektif agar menghasilkan estimasi biaya yang realistis dan kompetitif. Kegiatan pengadaan tidak lagi hanya berorientasi pada harga terendah, tetapi juga pada kualitas, efisiensi, ketepatan waktu, dan keberlanjutan penggunaan anggaran perusahaan.
Selain itu, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam sistem pengadaan di lingkungan BUMN. Banyak perusahaan kini mulai menerapkan digital procurement dan sistem e-procurement untuk meningkatkan transparansi, mempercepat proses pengadaan, serta meminimalisir potensi penyimpangan. Digitalisasi pengadaan juga berdampak pada metode penyusunan RAB dan HPS yang semakin berbasis data dan teknologi. Oleh sebab itu, pegawai dan aparatur yang terlibat dalam pengadaan perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan aplikasi, sistem informasi harga, serta platform digital pendukung analisis biaya dan pengadaan.
Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026 hadir sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut. Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami teknik penyusunan anggaran dan estimasi harga yang sesuai regulasi terbaru, berbasis efisiensi penggunaan anggaran, serta mendukung sistem pengadaan modern berbasis digitalisasi. Melalui pendekatan teoritis dan praktik langsung, peserta akan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai penyusunan RAB dan HPS yang efektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai aspek penting mulai dari konsep dasar penyusunan RAB dan HPS, teknik analisis harga pasar, penyusunan spesifikasi teknis, metode benchmarking harga, identifikasi komponen biaya, hingga strategi menghindari kesalahan umum dalam penyusunan estimasi anggaran. Selain itu, peserta juga akan memahami bagaimana memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses pengadaan yang lebih efisien dan transparan.
Urgensi pelaksanaan pelatihan ini semakin meningkat seiring berkembangnya isu-isu strategis dalam pengadaan BUMN tahun 2026. Tantangan efisiensi anggaran, penguatan pengawasan internal dan eksternal, pencegahan fraud, serta penerapan transformasi digital menuntut setiap organisasi untuk memiliki SDM pengadaan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan. Dalam banyak kasus, permasalahan pengadaan sering kali bermula dari penyusunan HPS yang tidak akurat atau RAB yang tidak sesuai kebutuhan riil perusahaan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya ketidakefisienan anggaran dan rendahnya kualitas pengadaan.
Melalui pelatihan ini, peserta akan dibimbing untuk memahami praktik terbaik dalam penyusunan anggaran dan estimasi harga berdasarkan prinsip efisiensi dan akuntabilitas. Pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis studi kasus akan membantu peserta memahami implementasi nyata di lapangan sehingga mampu menerapkan hasil pelatihan secara langsung di lingkungan kerja masing-masing.
Platindo Pusat Pelatihan sebagai lembaga pelatihan profesional berkomitmen menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan regulasi terkini. Dengan dukungan narasumber profesional dan materi yang selalu diperbarui, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi sarana pengembangan kompetensi yang efektif bagi pegawai BUMN, pejabat pengadaan, tim perencanaan, bagian keuangan, auditor internal, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa.
Definisi Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN
Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN merupakan program pengembangan kompetensi yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) secara profesional, sistematis, dan sesuai regulasi pengadaan yang berlaku di lingkungan Badan Usaha Milik Negara.
Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah dokumen yang memuat rincian estimasi biaya suatu pekerjaan berdasarkan volume pekerjaan, spesifikasi teknis, harga satuan, dan komponen biaya lainnya. Dokumen ini menjadi dasar utama dalam proses perencanaan anggaran suatu kegiatan atau proyek.
Sementara itu, Harga Perkiraan Sendiri atau HPS merupakan estimasi harga barang dan jasa yang disusun oleh pejabat atau tim yang berwenang sebagai acuan untuk menilai kewajaran harga penawaran dari penyedia dalam proses pengadaan.
Pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai metode penyusunan biaya, analisis harga pasar, penggunaan data historis, benchmarking harga, hingga pemanfaatan sistem digital dalam proses pengadaan modern.
Peran dan Pentingnya Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN
Pelatihan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung terciptanya tata kelola pengadaan yang profesional, transparan, dan akuntabel di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam era modern yang penuh dengan tantangan efisiensi anggaran dan transformasi digital, kemampuan menyusun RAB dan HPS secara tepat bukan lagi sekadar keterampilan teknis, melainkan menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan perusahaan.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pengadaan barang dan jasa, setiap organisasi dituntut untuk mampu melaksanakan proses pengadaan secara efektif dan efisien. Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pengadaan adalah kualitas dokumen perencanaan biaya dan estimasi harga yang disusun sebelum proses pengadaan dimulai.
RAB dan HPS menjadi dasar utama dalam menentukan kebutuhan anggaran serta menilai kewajaran harga penawaran dari penyedia barang dan jasa. Apabila penyusunannya dilakukan secara profesional dan berbasis data yang valid, maka perusahaan dapat memperoleh pengadaan yang kompetitif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan organisasi.
Sebaliknya, kesalahan dalam penyusunan RAB dan HPS dapat menimbulkan berbagai risiko serius bagi perusahaan. Risiko tersebut meliputi pemborosan anggaran, ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan, keterlambatan pelaksanaan proyek, rendahnya kualitas hasil pengadaan, hingga potensi temuan audit dan masalah hukum.
Kondisi tersebut menjadikan pelatihan penyusunan RAB dan HPS sebagai kebutuhan penting bagi organisasi modern, khususnya BUMN yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola anggaran perusahaan secara transparan dan akuntabel.
Pelatihan ini membantu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam memahami seluruh tahapan penyusunan anggaran dan estimasi harga secara sistematis. Peserta akan dibekali pemahaman mengenai prinsip dasar pengadaan, teknik analisis biaya, metode survei harga pasar, hingga strategi evaluasi kewajaran harga.
Dalam praktik pengadaan, penyusunan HPS yang tidak tepat sering kali menjadi penyebab utama munculnya ketidakefisienan anggaran. Harga yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pemborosan biaya perusahaan, sedangkan harga yang terlalu rendah berpotensi menyebabkan kegagalan pelaksanaan pekerjaan karena penyedia tidak mampu memenuhi kualitas yang diharapkan.
Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami bagaimana menyusun estimasi harga yang realistis dan kompetitif berdasarkan kondisi pasar terkini. Kemampuan tersebut sangat penting agar perusahaan dapat memperoleh hasil pengadaan yang optimal tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.
Selain itu, pelatihan ini juga memiliki peran penting dalam mendukung implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan BUMN. Prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan profesionalisme dalam pengadaan harus diwujudkan melalui proses perencanaan anggaran yang baik.
RAB dan HPS yang disusun secara profesional menjadi bukti bahwa perusahaan telah menjalankan proses pengadaan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan stakeholder, meningkatkan kredibilitas perusahaan, dan memperkuat tata kelola organisasi.
Dalam konteks pengawasan dan audit, kemampuan menyusun HPS yang akuntabel menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas pengelolaan pengadaan perusahaan. Auditor akan melihat apakah estimasi harga yang digunakan telah disusun berdasarkan metode yang benar dan data yang valid.
Jika perusahaan tidak mampu menunjukkan dasar perhitungan yang jelas, maka risiko terjadinya temuan audit akan semakin besar. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan aparatur dan pegawai dalam bidang penyusunan RAB dan HPS menjadi investasi penting bagi organisasi.
Pelatihan ini juga membantu peserta memahami perkembangan regulasi pengadaan yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan berbagai lembaga pengawas terus memperkuat aturan pengadaan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran.
BUMN sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi tersebut. Pegawai yang tidak memahami perkembangan aturan pengadaan berisiko melakukan kesalahan administratif maupun teknis yang dapat berdampak pada proses pengadaan perusahaan.
Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman terbaru mengenai kebijakan pengadaan, mekanisme penyusunan HPS, tata cara survei harga pasar, hingga penerapan sistem pengadaan berbasis digital.
Perkembangan teknologi informasi juga menjadi faktor penting yang mendorong perlunya peningkatan kompetensi dalam bidang pengadaan. Saat ini, banyak perusahaan telah menerapkan sistem e-procurement dan digital procurement untuk mempercepat proses pengadaan dan meningkatkan transparansi.
Digitalisasi pengadaan menuntut setiap pegawai memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung penyusunan RAB dan HPS. Peserta pelatihan akan diperkenalkan pada penggunaan aplikasi, platform digital, serta sistem informasi harga pasar yang dapat membantu proses analisis biaya menjadi lebih cepat dan akurat.
Pemanfaatan teknologi dalam pengadaan juga dapat membantu perusahaan meminimalisir risiko manipulasi data dan praktik mark-up harga. Dengan sistem digital yang terintegrasi, proses pengumpulan data harga dan evaluasi penawaran menjadi lebih transparan dan mudah diawasi.
Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis penyusunan biaya, tetapi juga pada peningkatan kemampuan analitis peserta. Dalam praktiknya, penyusunan RAB dan HPS memerlukan kemampuan berpikir kritis dan analisis pasar yang baik.
Peserta harus mampu memahami struktur biaya suatu pekerjaan, mengidentifikasi komponen biaya utama, serta melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar yang terus berubah. Kemampuan ini sangat penting agar estimasi biaya yang disusun benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, peserta juga akan memahami bagaimana melakukan benchmarking harga sebagai salah satu metode untuk memperoleh estimasi harga yang lebih objektif. Benchmarking membantu perusahaan membandingkan harga dari berbagai sumber sehingga dapat menentukan harga yang paling wajar dan kompetitif.
Dalam konteks manajemen risiko, pelatihan ini memiliki peran penting dalam membantu organisasi meminimalisir potensi kerugian akibat kesalahan perencanaan anggaran. Penyusunan RAB dan HPS yang tidak akurat dapat menyebabkan pembengkakan biaya proyek dan menurunkan efektivitas penggunaan anggaran perusahaan.
Dengan memahami teknik penyusunan biaya yang benar, peserta akan mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap perencanaan. Hal ini memungkinkan perusahaan mengambil langkah mitigasi lebih awal sebelum risiko tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Pelatihan ini juga mendukung peningkatan kualitas pengambilan keputusan dalam proses pengadaan. Keputusan pengadaan yang baik harus didasarkan pada data dan analisis yang objektif, bukan sekadar perkiraan atau asumsi.
Melalui pelatihan ini, peserta akan dibekali kemampuan untuk melakukan analisis harga pasar secara profesional sehingga dapat membantu perusahaan menentukan strategi pengadaan yang paling efisien dan sesuai kebutuhan.
Peran penting lainnya dari pelatihan ini adalah meningkatkan kualitas perencanaan proyek perusahaan. Perencanaan biaya yang baik akan membantu perusahaan mengendalikan penggunaan anggaran dan memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai target.
Dalam proyek konstruksi, misalnya, ketidaktepatan penyusunan RAB dapat menyebabkan keterlambatan pekerjaan dan pembengkakan biaya yang signifikan. Oleh sebab itu, penguasaan teknik penyusunan biaya menjadi keterampilan penting bagi setiap personel yang terlibat dalam pengelolaan proyek.
Pelatihan ini juga memberikan manfaat besar bagi peningkatan profesionalisme pegawai. Kompetensi dalam penyusunan RAB dan HPS menjadi salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan di era pengadaan modern.
Pegawai yang memiliki kemampuan tersebut akan lebih siap menghadapi tantangan kerja dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi organisasi. Kompetensi ini juga dapat menjadi nilai tambah dalam pengembangan karier di bidang pengadaan dan manajemen proyek.
Selain meningkatkan kemampuan individu, pelatihan ini juga memberikan dampak positif terhadap organisasi secara keseluruhan. Organisasi akan memiliki SDM yang lebih kompeten, profesional, dan mampu mendukung terciptanya pengadaan yang berkualitas.
Dengan pengadaan yang lebih efisien dan transparan, perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan memperkuat kinerja organisasi secara berkelanjutan. Efisiensi penggunaan anggaran juga akan memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan operasional perusahaan.
Pelatihan ini sangat relevan diikuti oleh pejabat pengadaan, tim perencanaan, bagian keuangan, auditor internal, divisi teknik, hingga manajemen proyek di lingkungan BUMN. Seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya penyusunan RAB dan HPS yang akurat.
Dalam praktiknya, pengadaan bukan hanya tanggung jawab satu unit kerja saja, melainkan melibatkan berbagai pihak yang harus bekerja secara terintegrasi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan menjadi langkah penting untuk menciptakan sinergi dalam pengelolaan pengadaan.
Keunggulan lain dari pelatihan ini adalah pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis studi kasus nyata. Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga praktik langsung yang relevan dengan kondisi di lapangan.
Metode pembelajaran seperti ini membantu peserta memahami implementasi nyata penyusunan RAB dan HPS sehingga lebih mudah diterapkan di lingkungan kerja masing-masing.
Narasumber yang berpengalaman juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelatihan ini. Dengan pengalaman praktis yang dimiliki, narasumber dapat memberikan solusi dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan peserta.
Pada akhirnya, pelatihan penyusunan RAB dan HPS bukan hanya sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi organisasi dalam memperkuat tata kelola pengadaan yang modern, efisien, dan akuntabel.
Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta SDM BUMN yang profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mendukung transformasi pengadaan berbasis efisiensi dan digitalisasi di tahun 2026 dan masa depan.
Materi Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN
Materi pelatihan disusun secara sistematis dan aplikatif agar mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang. Materi yang akan dibahas meliputi:
1. Kebijakan dan Regulasi Pengadaan BUMN 2026
- Prinsip dasar pengadaan barang dan jasa
- Regulasi terbaru pengadaan BUMN
- Tata kelola pengadaan berbasis GCG
2. Konsep Dasar RAB dan HPS
- Pengertian dan fungsi RAB
- Pengertian dan fungsi HPS
- Hubungan RAB dan HPS dalam pengadaan
3. Teknik Penyusunan RAB
- Identifikasi kebutuhan pekerjaan
- Penyusunan spesifikasi teknis
- Analisis harga satuan pekerjaan
- Penyusunan volume pekerjaan
- Perhitungan biaya langsung dan tidak langsung
4. Teknik Penyusunan HPS
- Survei harga pasar
- Benchmarking harga
- Analisis kewajaran harga
- Penggunaan data historis
- Penyusunan dokumen HPS
5. Digitalisasi Pengadaan
- Sistem e-procurement
- Pemanfaatan aplikasi pengadaan
- Analisis biaya berbasis digital
- Sistem informasi harga pasar
6. Manajemen Risiko Pengadaan
- Identifikasi risiko anggaran
- Pencegahan mark-up harga
- Strategi mitigasi risiko pengadaan
7. Studi Kasus dan Simulasi
- Simulasi penyusunan RAB
- Praktik penyusunan HPS
- Evaluasi penawaran harga
Tujuan dan Manfaat Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam menyusun RAB dan HPS yang akurat, efisien, dan sesuai regulasi terbaru. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan menciptakan SDM pengadaan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan digitalisasi pengadaan.
Manfaat yang akan diperoleh peserta antara lain:
- Memahami regulasi pengadaan terbaru
- Meningkatkan kemampuan penyusunan RAB dan HPS
- Memahami teknik analisis harga pasar
- Mengurangi risiko kesalahan anggaran
- Mendukung pengadaan yang efisien dan transparan
- Memahami sistem digital procurement
- Meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan
- Memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran
- Memahami strategi mitigasi risiko pengadaan
- Memperoleh pengalaman praktik langsung
Narasumber
Pelatihan ini akan dipandu oleh narasumber profesional dan praktisi berpengalaman di bidang pengadaan barang dan jasa, audit pengadaan, manajemen proyek, serta tata kelola BUMN. Narasumber berasal dari kalangan akademisi, konsultan procurement, auditor, dan pejabat berpengalaman yang memahami implementasi penyusunan RAB dan HPS sesuai regulasi terbaru.
Dengan metode pembelajaran interaktif dan berbasis praktik, peserta akan mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini.
FAQ Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN
1. Apa itu Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN?
Pelatihan profesional untuk meningkatkan kompetensi penyusunan anggaran dan estimasi harga pengadaan di lingkungan BUMN.
2. Siapa yang sebaiknya mengikuti pelatihan ini?
Pejabat pengadaan, PPK, tim perencanaan, auditor, bagian keuangan, dan pegawai terkait pengadaan.
3. Apa manfaat utama mengikuti pelatihan ini?
Peserta akan memahami teknik penyusunan RAB dan HPS secara profesional dan sesuai regulasi terbaru.
4. Apakah materi sesuai regulasi tahun 2026?
Ya, materi disusun berdasarkan regulasi dan isu terkini pengadaan BUMN tahun 2026.
5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari Platindo Pusat Pelatihan.
6. Apakah tersedia praktik dan studi kasus?
Ya, pelatihan dilengkapi simulasi dan studi kasus nyata.
7. Apakah pelatihan tersedia secara online?
Ya, tersedia pilihan online maupun offline.
8. Berapa lama durasi pelatihan?
Pelatihan umumnya berlangsung selama 2 hingga 4 hari.
9. Apakah cocok untuk pemula?
Ya, materi disusun sistematis dan mudah dipahami.
10. Bagaimana cara pendaftaran?
Peserta dapat menghubungi Platindo Pusat Pelatihan melalui website resmi atau layanan informasi pelatihan.
Ayo Tingkatkan Kompetensi Pengadaan BUMN Anda!
Jangan lewatkan kesempatan terbaik untuk meningkatkan kemampuan penyusunan RAB dan HPS berbasis efisiensi, akuntabilitas, dan digitalisasi bersama Platindo Pusat Pelatihan. Dapatkan materi terbaru, praktik aplikatif, serta bimbingan langsung dari narasumber profesional dan berpengalaman.
Segera daftarkan diri Anda dan tim terbaik instansi sekarang juga untuk mewujudkan pengadaan BUMN yang lebih profesional, transparan, efisien, dan berintegritas di tahun 2026!

Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026
Metode Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan:
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan:
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.
Legalitas Lembaga:
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person
- Hendra Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Pelatihan Penyusunan RAB dan HPS BUMN Berbasis Efisiensi, Akuntabilitas, dan Digitalisasi 2026

