Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Pendahuluan

Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan tonggak penting dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2026, proses akreditasi semakin menuntut kesiapan institusi dalam memenuhi standar yang lebih ketat, baik dari sisi dokumentasi, manajemen mutu, maupun pelaksanaan layanan. Di tengah dinamika regulasi dan peningkatan harapan masyarakat terhadap kualitas layanan, Puskesmas dan FKTP dituntut untuk menunjukkan komitmen nyata dalam menerapkan standar pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien, efektifitas layanan, dan keberlanjutan. Namun, tantangan utama yang sering dihadapi adalah keterbatasan sumber daya, baik SDM, waktu, maupun anggaran, sehingga persiapan akreditasi menjadi tugas yang berat dan kompleks.Akreditasi Puskesmas

Dalam kondisi tersebut, Bimtek Terkini 2026 hadir sebagai solusi praktis dan terstruktur untuk membantu Puskesmas dan FKTP mempersiapkan akreditasi secara efektif. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai standar akreditasi serta keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan dalam operasional. Bimtek ini menekankan pada pendekatan yang realistis dan sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga institusi tidak hanya sekadar memenuhi persyaratan dokumen, tetapi juga mampu membangun sistem manajemen mutu yang berkelanjutan. Dengan bimbingan teknis yang tepat, Puskesmas dan FKTP dapat mengoptimalkan proses persiapan akreditasi meskipun dengan keterbatasan sumber daya, sehingga proses akreditasi menjadi lebih terstruktur, efisien, dan berhasil dengan hasil yang optimal.Akreditasi Puskesmas

Definisi Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan sebuah program pelatihan yang dirancang secara sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menjalankan proses akreditasi secara efektif dan efisien. Dalam konteks pelayanan kesehatan, akreditasi menjadi salah satu indikator utama kualitas layanan, tata kelola organisasi, dan komitmen terhadap keselamatan pasien. Oleh karena itu, persiapan akreditasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sistem manajemen mutu dan meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan. Bimtek ini hadir sebagai solusi untuk membantu Puskesmas dan FKTP dalam memahami dan menerapkan standar akreditasi secara konsisten.

Secara konseptual, akreditasi adalah proses penilaian yang dilakukan untuk memastikan bahwa sebuah fasilitas kesehatan telah memenuhi standar mutu pelayanan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan lembaga akreditasi yang berwenang. Standar tersebut mencakup berbagai aspek penting, seperti manajemen organisasi, pelayanan klinis, keselamatan pasien, pengelolaan risiko, pengelolaan sumber daya manusia, serta dokumentasi dan sistem pengendalian mutu. Akreditasi tidak hanya menilai aspek teknis, tetapi juga menilai budaya organisasi, kepemimpinan, serta kemampuan institusi dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, persiapan akreditasi memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap standar serta kemampuan untuk menerapkannya dalam konteks operasional sehari-hari.

Bimtek Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP disusun dengan tujuan utama membantu peserta memahami standar akreditasi secara komprehensif dan membekali mereka dengan keterampilan praktis untuk memenuhi standar tersebut. Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh, mulai dari konsep dasar akreditasi, tujuan, hingga mekanisme penilaian dan pelaporan. Selain itu, bimtek ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap pedoman teknis dan regulasi yang relevan, karena standar akreditasi sering kali terkait dengan peraturan pemerintah, pedoman klinis, dan kebijakan nasional. Dengan memahami regulasi yang berlaku, peserta dapat memastikan bahwa penerapan standar tidak hanya memenuhi persyaratan akreditasi, tetapi juga sesuai dengan ketentuan hukum dan kebijakan kesehatan.

Salah satu karakteristik utama dari Bimtek Persiapan Akreditasi adalah pendekatan yang bersifat praktis dan aplikatif. Materi yang disampaikan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga disertai dengan latihan langsung yang relevan dengan situasi di lapangan. Dalam pelatihan, peserta akan dibimbing melalui simulasi akreditasi, yang meniru proses penilaian akreditasi secara nyata. Simulasi ini membantu peserta memahami bagaimana penilaian dilakukan, jenis pertanyaan yang biasa diajukan oleh asesor, serta bagaimana cara menyiapkan bukti pendukung yang tepat. Dengan adanya simulasi, peserta dapat mengukur tingkat kesiapan organisasi, mengidentifikasi kelemahan, dan melakukan perbaikan sebelum proses akreditasi sebenarnya dilakukan.

Selain simulasi, Bimtek ini juga mencakup review dokumen sebagai bagian penting dari persiapan akreditasi. Dokumentasi merupakan salah satu aspek yang paling sering menjadi kendala dalam proses akreditasi, karena akreditasi menuntut bukti tertulis yang jelas dan terstruktur. Dalam bimtek, peserta akan belajar bagaimana menyusun dokumen sesuai standar, mengelola bukti pendukung, serta mengorganisasi dokumen agar mudah diakses dan diaudit. Review dokumen dilakukan secara sistematis, sehingga peserta dapat mengetahui apakah dokumen yang dimiliki sudah memenuhi standar, apakah formatnya sudah sesuai, serta apakah bukti yang disajikan cukup kuat untuk mendukung klaim implementasi standar.

Latihan penyusunan bukti pendukung juga menjadi bagian penting dalam Bimtek Persiapan Akreditasi. Bukti pendukung merupakan dokumen, catatan, atau data yang menunjukkan bahwa suatu standar telah diterapkan secara nyata dalam praktik. Bukti ini harus relevan, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pelatihan, peserta akan dibimbing untuk mengenali jenis bukti yang diperlukan, menyusun bukti dengan format yang tepat, serta memastikan bukti tersebut dapat dipertanggungjawabkan saat proses penilaian. Kemampuan ini sangat penting karena dalam akreditasi, penilaian tidak hanya berdasarkan penjelasan lisan, tetapi juga pada bukti yang dapat diverifikasi oleh asesor.

Bimtek ini juga membantu peserta memahami alur akreditasi secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan awal, pelaksanaan penilaian, hingga tindak lanjut hasil akreditasi. Tahap persiapan awal meliputi penyusunan tim akreditasi, analisis kesiapan, perencanaan, serta penguatan sistem manajemen mutu. Tahap pelaksanaan meliputi pemenuhan standar, penyusunan bukti, dan simulasi penilaian. Sedangkan tahap tindak lanjut meliputi penyusunan rencana perbaikan untuk mengatasi temuan, monitoring implementasi perbaikan, serta evaluasi keberlanjutan. Dengan memahami alur ini, peserta dapat menyusun strategi yang lebih efektif dan menghindari kesalahan umum yang sering terjadi dalam persiapan akreditasi.

Selain itu, Bimtek Persiapan Akreditasi juga mendorong peserta untuk melakukan identifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi secara objektif. Dengan pemetaan ini, Puskesmas dan FKTP dapat mengetahui area mana yang sudah kuat dan perlu dipertahankan, serta area mana yang memerlukan perbaikan. Proses identifikasi ini dilakukan melalui evaluasi internal, audit, dan analisis data. Hasil identifikasi kemudian dijadikan dasar untuk menyusun rencana perbaikan yang terarah dan terukur. Dengan demikian, proses akreditasi tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas layanan secara sistematis.

Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam bimtek ini adalah konsep perbaikan berkelanjutan. Akreditasi bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari siklus peningkatan mutu yang terus berlangsung. Setelah akreditasi diperoleh, organisasi harus terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar standar tetap terjaga dan meningkat seiring waktu. Bimtek ini membantu peserta membangun budaya mutu di lingkungan kerja, sehingga standar akreditasi menjadi bagian dari praktik kerja sehari-hari. Budaya mutu ini tercermin dalam kebiasaan dokumentasi yang baik, pengendalian mutu yang konsisten, serta sikap profesional dalam pelayanan.

Dalam konteks implementasi di Puskesmas dan FKTP, Bimtek Persiapan Akreditasi memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem manajemen mutu. Puskesmas dan FKTP yang memiliki sistem manajemen mutu yang baik akan mampu menjalankan pelayanan yang lebih terstruktur, lebih aman, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain itu, sistem manajemen mutu yang kuat juga membantu organisasi dalam mengelola risiko, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat akuntabilitas. Dengan demikian, Bimtek ini bukan hanya membantu persiapan akreditasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.

Secara keseluruhan, Bimbingan Teknis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP adalah program pelatihan yang penting dan strategis dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Melalui pemahaman standar akreditasi, penguatan kemampuan teknis, simulasi, review dokumen, serta pembentukan budaya perbaikan berkelanjutan, peserta akan mampu mempersiapkan akreditasi dengan lebih matang dan percaya diri. Akreditasi yang berhasil tidak hanya meningkatkan predikat institusi, tetapi juga mencerminkan peningkatan kualitas layanan, keselamatan pasien, dan tata kelola organisasi yang lebih baik. Dengan demikian, Bimtek ini menjadi investasi jangka panjang bagi Puskesmas dan FKTP dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Peran dan Pentingnya Bimtek Terkini 2026: Solusi Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Persiapan akreditasi Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan salah satu agenda strategis dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di tingkat dasar. Namun dalam praktiknya, persiapan akreditasi tidak dapat dipisahkan dari kondisi realitas sumber daya yang ada di lapangan. Banyak Puskesmas dan FKTP menghadapi keterbatasan SDM, beban kerja yang tinggi, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Tantangan ini sering menjadi hambatan utama dalam memenuhi standar akreditasi secara optimal. Oleh karena itu, peran Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam konteks persiapan akreditasi menjadi sangat penting, karena dapat membantu institusi merancang strategi yang realistis, sistematis, dan terukur dalam menghadapi proses akreditasi.

Akreditasi bukan sekadar prosedur administratif yang harus dipenuhi, melainkan merupakan proses penilaian yang menuntut perubahan budaya kerja, penguatan sistem manajemen mutu, serta peningkatan kompetensi SDM. Standar akreditasi mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, manajemen pelayanan, keselamatan pasien, pengendalian risiko, hingga dokumentasi dan evaluasi kinerja. Untuk memenuhi standar tersebut, institusi perlu melakukan pembenahan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Namun, dalam kondisi keterbatasan sumber daya, upaya pembenahan tersebut harus dirancang secara strategis agar tidak mengganggu kelancaran layanan sehari-hari. Di sinilah peran Bimtek menjadi sangat krusial sebagai media pembelajaran, pendampingan, dan pemetaan kebutuhan.

Secara fundamental, Bimtek Persiapan Akreditasi berperan sebagai fasilitator yang membantu Puskesmas dan FKTP memahami standar akreditasi secara komprehensif dan mengaplikasikannya dalam konteks operasional yang terbatas. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai prinsip-prinsip akreditasi, mekanisme penilaian, serta persyaratan dokumentasi yang harus dipenuhi. Bimtek tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan pendekatan praktis yang dapat langsung diterapkan. Dengan demikian, peserta dapat menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih realistis dan sesuai dengan kapasitas institusi. Hal ini sangat penting karena proses akreditasi yang berhasil bukan hanya ditentukan oleh pemenuhan standar secara formal, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam mengintegrasikan standar ke dalam rutinitas kerja sehari-hari.

Dalam konteks tantangan sumber daya, Bimtek membantu institusi melakukan pemetaan kebutuhan secara akurat. Puskesmas dan FKTP sering kali memiliki keterbatasan jumlah tenaga, sehingga pembagian tugas dan peran menjadi sangat penting. Bimtek membantu peserta memahami bagaimana menyusun struktur tim akreditasi yang efektif, menentukan pembagian tugas yang jelas, serta merancang jadwal kerja yang tidak mengganggu pelayanan. Selain itu, Bimtek juga membantu institusi dalam mengidentifikasi prioritas standar yang perlu dipenuhi terlebih dahulu, sehingga upaya persiapan akreditasi menjadi lebih terarah. Dengan pemetaan yang baik, institusi dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada tanpa menimbulkan beban berlebih pada SDM.

Selain aspek teknis, Bimtek juga berperan dalam meningkatkan kompetensi SDM Puskesmas dan FKTP. Akreditasi menuntut adanya pemahaman mendalam mengenai manajemen mutu, keselamatan pasien, dan pengendalian risiko. Oleh karena itu, SDM perlu dilengkapi dengan keterampilan yang relevan, seperti kemampuan menyusun SOP, mengelola dokumentasi, melakukan audit internal, serta menerapkan sistem pemantauan mutu. Bimtek memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari konsep-konsep tersebut secara terstruktur dan mendapatkan praktik langsung melalui simulasi dan studi kasus. Dengan peningkatan kompetensi ini, SDM tidak hanya siap menghadapi akreditasi, tetapi juga mampu menjalankan pelayanan yang lebih berkualitas dan aman bagi masyarakat.

Salah satu tantangan yang sering ditemui dalam persiapan akreditasi adalah keterbatasan fasilitas dan sarana pendukung. Banyak Puskesmas dan FKTP yang belum memiliki fasilitas lengkap atau belum menerapkan sistem informasi yang memadai. Dalam kondisi seperti ini, Bimtek berperan sebagai sarana untuk mencari solusi praktis yang sesuai dengan kondisi lapangan. Bimtek membantu peserta memahami cara mengoptimalkan fasilitas yang ada, serta merancang alternatif solusi yang tetap memenuhi standar. Misalnya, dalam hal dokumentasi, Bimtek dapat membantu institusi menyusun sistem dokumentasi yang sederhana namun efektif, sehingga dapat diimplementasikan tanpa memerlukan investasi besar. Dengan pendekatan yang realistis, persiapan akreditasi menjadi lebih mudah dijalankan meskipun dengan keterbatasan sumber daya.

Peran Bimtek juga sangat penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan kerja. Akreditasi menuntut perubahan budaya, yaitu dari pola kerja yang hanya berfokus pada aktivitas rutin menjadi pola kerja yang berorientasi pada standar, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan. Perubahan budaya ini memerlukan komitmen dari seluruh jajaran organisasi, mulai dari pimpinan hingga staf. Bimtek membantu membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya akreditasi dan manfaatnya bagi institusi. Selain itu, Bimtek juga mendorong pembentukan tim kerja yang solid dan kolaboratif, sehingga upaya persiapan akreditasi menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas sebagian orang. Budaya mutu yang kuat akan membuat penerapan standar menjadi lebih konsisten dan berkelanjutan.

Selain manfaat internal, persiapan akreditasi yang baik juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Puskesmas dan FKTP yang terakreditasi menunjukkan bahwa institusi telah memenuhi standar pelayanan yang diakui secara nasional. Hal ini dapat meningkatkan citra dan reputasi institusi di mata masyarakat, serta meningkatkan tingkat kepuasan pasien. Kepercayaan masyarakat menjadi modal penting dalam meningkatkan kunjungan layanan, serta mendukung program kesehatan masyarakat yang dijalankan oleh Puskesmas dan FKTP. Dengan demikian, akreditasi bukan hanya target administratif, tetapi juga investasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam konteks penilaian dan audit, persiapan akreditasi yang matang akan meminimalkan risiko temuan atau kekurangan saat proses penilaian. Bimtek membantu institusi memahami apa yang menjadi fokus penilaian asesor, serta bagaimana cara menyiapkan bukti pendukung yang kuat. Dengan demikian, proses akreditasi dapat berjalan lebih lancar dan hasilnya lebih optimal. Bimtek juga membantu institusi menyusun rencana tindak lanjut yang jelas jika terdapat temuan atau rekomendasi. Hal ini penting agar perbaikan dapat dilakukan secara cepat dan sistematis, sehingga standar yang telah dipenuhi dapat dipertahankan.

Secara keseluruhan, peran Bimtek dalam persiapan akreditasi Puskesmas dan FKTP sangat strategis, terutama di tengah tantangan sumber daya. Bimtek membantu institusi merancang strategi persiapan yang realistis, meningkatkan kompetensi SDM, memperkuat sistem manajemen mutu, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada standar. Dengan demikian, akreditasi tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan. Investasi dalam Bimtek merupakan langkah yang tepat untuk memastikan bahwa Puskesmas dan FKTP mampu memenuhi standar akreditasi, meningkatkan kinerja organisasi, serta memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

Materi Bimtek

Materi Bimtek Terkini 2026 dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan keterampilan praktis dalam persiapan akreditasi. Materi utama meliputi:

  1. Pengantar Akreditasi Puskesmas dan FKTP

    • Konsep akreditasi dan tujuan akreditasi

    • Kerangka standar akreditasi nasional

    • Alur proses akreditasi dan tahapan penilaian

  2. Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien

    • Prinsip manajemen mutu (PDCA)

    • Sistem pengendalian mutu internal

    • Manajemen risiko dan keselamatan pasien

  3. Penguatan Tata Kelola dan Kepemimpinan

    • Struktur organisasi dan peran tim akreditasi

    • Kepemimpinan dan budaya mutu

    • Penguatan SOP dan kebijakan internal

  4. Pengelolaan SDM dan Pengembangan Kompetensi

    • Analisis kebutuhan kompetensi

    • Program pelatihan dan pengembangan SDM

    • Penilaian kinerja dan peningkatan kompetensi

  5. Dokumentasi dan Bukti Akreditasi

    • Penyusunan dokumen akreditasi

    • Pengelolaan bukti pendukung

    • Sistem dokumentasi yang terintegrasi

  6. Audit Internal dan Simulasi Akreditasi

    • Teknik audit internal

    • Identifikasi temuan dan tindak lanjut

    • Simulasi akreditasi dan evaluasi kesiapan

  7. Strategi Persiapan Akreditasi dengan Sumber Daya Terbatas

    • Optimalisasi sumber daya manusia dan waktu

    • Penyusunan rencana kerja yang realistis

    • Solusi praktis untuk keterbatasan fasilitas dan anggaran

Tujuan dan Manfaat

Bimtek Terkini 2026 bertujuan untuk meningkatkan kesiapan Puskesmas dan FKTP dalam menghadapi proses akreditasi dengan pendekatan yang praktis dan efektif. Tujuan spesifik meliputi:

  • Meningkatkan pemahaman peserta terhadap standar akreditasi dan proses penilaian.

  • Menguatkan kemampuan penyusunan dokumen dan bukti pendukung akreditasi.

  • Meningkatkan keterampilan audit internal dan evaluasi kesiapan.

  • Membangun sistem manajemen mutu yang berkelanjutan.

  • Mengembangkan strategi persiapan akreditasi yang realistis di tengah keterbatasan sumber daya.

Manfaat yang diperoleh peserta antara lain:

  • Puskesmas dan FKTP lebih siap menghadapi akreditasi dengan persiapan yang terstruktur.

  • Meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

  • Meningkatkan tata kelola, dokumentasi, dan pengendalian mutu.

  • Mengoptimalkan penggunaan sumber daya secara efisien.

  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat dan reputasi institusi.

Narasumber

Narasumber dalam Bimtek Terkini 2026 terdiri dari praktisi dan ahli yang memiliki pengalaman langsung dalam akreditasi Puskesmas dan FKTP. Narasumber utama meliputi:

  • Konsultan Akreditasi dengan pengalaman pendampingan akreditasi di berbagai daerah.

  • Ahli Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien yang memahami standar nasional dan praktik terbaik.

  • Auditor Internal dan Eksternal yang berpengalaman dalam proses penilaian dan audit.

  • Pimpinan Puskesmas/FKTP Berprestasi sebagai pembicara praktik terbaik.

Narasumber akan memberikan materi, studi kasus, serta simulasi yang relevan untuk meningkatkan kesiapan peserta.


FAQ (10 Pertanyaan dan Jawaban Lengkap)

1. Apa tujuan utama akreditasi Puskesmas dan FKTP?
Akreditasi bertujuan memastikan fasilitas kesehatan memenuhi standar mutu pelayanan yang ditetapkan secara nasional.

2. Siapa saja yang wajib mengikuti akreditasi?
Seluruh Puskesmas dan FKTP di Indonesia diwajibkan mengikuti akreditasi sesuai regulasi.

3. Mengapa persiapan akreditasi sulit bagi Puskesmas dengan SDM terbatas?
Karena akreditasi membutuhkan banyak dokumen, koordinasi lintas unit, dan konsistensi implementasi standar, sementara SDM sering terbagi untuk pelayanan rutin.

4. Apa saja materi yang dibahas dalam bimtek ini?
Materi meliputi standar akreditasi, manajemen mutu, dokumentasi, audit internal, simulasi akreditasi, dan strategi sumber daya terbatas.

5. Apakah bimtek ini berbasis praktik?
Ya, bimtek dilengkapi simulasi, studi kasus, dan latihan penyusunan dokumen.

6. Siapa target peserta bimtek?
Tim akreditasi, manajemen Puskesmas, petugas mutu, tenaga kesehatan, dan staf administrasi.

7. Apakah bimtek membantu menyusun rencana kerja akreditasi?
Ya, peserta dibimbing menyusun rencana kerja yang realistis dan terukur.

8. Apakah ada materi tentang audit internal?
Ada, termasuk teknik audit, identifikasi temuan, dan tindak lanjut.

9. Bagaimana bimtek membantu Puskesmas dengan keterbatasan anggaran?
Bimtek memberikan strategi praktis dan solusi efisiensi penggunaan sumber daya.

10. Apa hasil yang diharapkan setelah mengikuti bimtek?
Peserta mampu mempersiapkan akreditasi dengan lebih matang, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun sistem manajemen mutu berkelanjutan.

Jangan biarkan keterbatasan sumber daya menghambat persiapan akreditasi Puskesmas dan FKTP Anda. Daftarkan tim Anda sekarang di Bimtek Terkini 2026 dari Platindo Pusat Pelatihan dan dapatkan solusi praktis, strategi realistis, serta pendampingan profesional untuk meningkatkan kesiapan akreditasi secara optimal. Tingkatkan mutu layanan dan raih akreditasi dengan lebih percaya diri.

Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Metode Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Lokasi Kegiatan:

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan:

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.

Legalitas Lembaga:

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya

Bimtek Terkini 2026: Solusi Praktis Persiapan Akreditasi Puskesmas dan FKTP di Tengah Tantangan Sumber Daya




author-avatar

Tentang Platindo Pusat Pelatihan

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan