Bimtek Profesional  Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Pendahuluan

Dalam era transformasi layanan kesehatan yang semakin cepat, Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar dituntut untuk tidak hanya mampu memberikan layanan medis yang berkualitas, tetapi juga mengelola sumber daya keuangan secara profesional. Pengelolaan dana JKN dan BOK menjadi aspek yang sangat krusial, karena kedua sumber dana tersebut menjadi tulang punggung operasional Puskesmas. Dana JKN berfungsi sebagai pembiayaan layanan kesehatan peserta JKN, sementara dana BOK digunakan untuk mendukung kegiatan promotif, preventif, dan operasional yang tidak tercakup dalam klaim JKN. Dengan karakteristik dan tujuan yang berbeda, pengelolaan kedua dana ini memerlukan pendekatan yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.Manajemen Keuangan

Kondisi dinamika regulasi dan peningkatan tuntutan audit membuat pengelolaan dana JKN dan BOK menjadi lebih kompleks. Setiap tahun, regulasi terkait pengelolaan dana kesehatan mengalami pembaruan seiring dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran. Selain itu, intensitas audit dan pengawasan semakin meningkat, baik dari instansi internal pemerintah daerah maupun lembaga eksternal. Hal ini menuntut Puskesmas untuk selalu siap dan mampu menyusun sistem pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, serta siap menghadapi audit kapan pun. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bimtek Profesional 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan hadir sebagai solusi pelatihan yang dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas SDM Puskesmas dalam mengelola keuangan secara profesional.Manajemen Keuangan

Program bimtek ini dirancang dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam kegiatan operasional sehari-hari. Dengan mengikuti bimtek ini, Puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan anggaran, meningkatkan ketertiban administrasi, serta mengoptimalkan penggunaan dana JKN dan BOK sesuai regulasi. Pada akhirnya, pengelolaan dana yang efisien dan berkelanjutan akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan serta keberlanjutan program kesehatan di tingkat Puskesmas.

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana JKN dan BOK Puskesmas merupakan program pelatihan yang dirancang secara sistematis dan terstruktur untuk meningkatkan kompetensi pengelola keuangan di Puskesmas. Program ini dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas SDM dalam mengelola dua sumber dana utama yang menopang operasional dan pelayanan Puskesmas, yakni Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Dana Operasional Kesehatan (BOK). Pengelolaan kedua dana tersebut memerlukan keterampilan teknis dan pemahaman regulasi yang memadai, karena pengelolaan dana publik harus dilakukan secara profesional, akuntabel, transparan, serta sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Bimtek ini tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam aktivitas operasional Puskesmas. Dalam konteks Puskesmas, pengelolaan dana JKN dan BOK mencakup proses yang kompleks, mulai dari perencanaan anggaran, pencatatan transaksi, pengelolaan kas, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban. Oleh karena itu, bimtek ini hadir sebagai sarana pembelajaran yang komprehensif untuk memastikan pengelola keuangan Puskesmas memiliki kemampuan yang memadai dalam menjalankan manajemen keuangan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Secara garis besar, bimtek ini bertujuan untuk memastikan bahwa Puskesmas mampu menjalankan pengelolaan dana JKN dan BOK dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik berarti setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui dokumen yang sah, bukti transaksi yang lengkap, serta laporan keuangan yang akurat. Transparansi berarti proses pengelolaan dana harus dapat dipahami oleh pihak internal Puskesmas, pemerintah daerah, maupun pihak eksternal yang berwenang melakukan pengawasan. Sementara itu, kepatuhan terhadap regulasi mencakup pemahaman aturan penggunaan dana, klasifikasi belanja, dan standar akuntansi sektor publik.

Pengelolaan dana JKN dan BOK di Puskesmas memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga bimtek ini juga menekankan pemahaman perbedaan serta integrasi kedua sumber dana. Dana JKN merupakan dana yang bersumber dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dan digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan peserta JKN. Dana ini cenderung terkait dengan layanan klinis dan pelayanan medis yang diberikan kepada peserta. Sedangkan dana BOK merupakan dana yang disediakan untuk mendukung kegiatan operasional Puskesmas, terutama kegiatan promotif dan preventif yang tidak termasuk dalam klaim JKN. Dana BOK biasanya digunakan untuk kegiatan penyuluhan kesehatan, imunisasi, pemberdayaan masyarakat, serta program pencegahan penyakit. Karena perbedaan tujuan dan mekanisme, pengelolaan kedua dana ini memerlukan pendekatan yang berbeda namun tetap terintegrasi dalam satu sistem keuangan Puskesmas.

Dalam bimtek ini, peserta akan mempelajari alur penerimaan dana JKN dan BOK secara rinci. Pemahaman alur penerimaan dana sangat penting karena terkait dengan proses klaim, verifikasi, dan pencairan dana. Peserta akan memahami tahapan klaim JKN, mulai dari pencatatan layanan, penginputan data, verifikasi oleh BPJS Kesehatan, hingga proses pencairan dana ke rekening Puskesmas. Pemahaman ini akan membantu Puskesmas dalam memastikan proses klaim berjalan lancar, meminimalkan risiko klaim ditolak, serta mempercepat pencairan dana. Selain itu, peserta juga akan mempelajari mekanisme pencairan dana BOK, termasuk persyaratan administratif, proses pengajuan, serta ketentuan penggunaan dana.

Selain alur penerimaan, bimtek ini juga mengajarkan peserta bagaimana menyusun perencanaan anggaran yang berbasis kebutuhan pelayanan. Perencanaan anggaran merupakan tahap awal yang menentukan keberhasilan pengelolaan dana. Dalam bimtek, peserta akan belajar menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang realistis, berdasarkan kebutuhan program dan target pelayanan. Penyusunan anggaran juga akan memperhatikan prioritas program, ketersediaan sumber daya, serta indikator kinerja yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang baik, Puskesmas dapat mengalokasikan dana secara tepat, sehingga program pelayanan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pentingnya pencatatan transaksi juga menjadi fokus utama dalam bimtek ini. Pencatatan yang rapi dan akurat merupakan dasar bagi penyusunan laporan keuangan yang valid. Peserta akan mempelajari teknik pencatatan transaksi, pengelompokan biaya, serta penggunaan sistem pencatatan yang sesuai standar akuntansi sektor publik. Pencatatan yang baik memungkinkan Puskesmas untuk melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan dana secara real time, sehingga dapat mengidentifikasi penyimpangan lebih awal dan mengambil tindakan perbaikan. Selain itu, pencatatan yang rapi juga memudahkan Puskesmas dalam menyiapkan dokumen pendukung saat audit atau pemeriksaan.

Pelaporan keuangan menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam bimtek ini. Peserta akan dibekali keterampilan menyusun laporan realisasi anggaran, laporan kas dan bank, serta laporan pertanggungjawaban sesuai format yang berlaku. Pelaporan keuangan bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga merupakan alat manajerial untuk mengevaluasi kinerja dan efektivitas penggunaan dana. Dengan laporan yang akurat, Puskesmas dapat mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi kendala, serta merencanakan perbaikan untuk periode berikutnya. Selain itu, laporan keuangan yang baik akan meningkatkan transparansi dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Tidak hanya aspek teknis, bimtek ini juga dilengkapi dengan simulasi dan studi kasus yang relevan dengan kondisi operasional Puskesmas. Simulasi dilakukan untuk memberikan pengalaman praktis dalam menyusun anggaran, mencatat transaksi, serta menyusun laporan keuangan. Studi kasus diambil dari situasi nyata yang sering terjadi di Puskesmas, seperti kesalahan klasifikasi belanja, keterlambatan pelaporan, atau ketidaksesuaian data klaim JKN. Melalui simulasi dan studi kasus, peserta dapat memahami tantangan yang mungkin dihadapi dan belajar bagaimana menyelesaikan masalah secara tepat. Metode pembelajaran ini memastikan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks kerja sehari-hari.

Bimtek ini juga menekankan pentingnya manajemen keuangan yang efisien dan berkelanjutan. Efisiensi pengelolaan dana berarti penggunaan dana dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang prioritas, menghindari pemborosan, serta memastikan setiap kegiatan memberikan manfaat yang jelas. Berkelanjutan berarti pengelolaan dana dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan program dan pelayanan, sehingga Puskesmas mampu menjaga kualitas layanan dalam jangka panjang. Dengan pengelolaan keuangan yang efisien dan berkelanjutan, Puskesmas dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan kemampuan untuk merespon kebutuhan masyarakat.

Secara keseluruhan, Bimtek Pengelolaan Dana JKN dan BOK Puskesmas merupakan program pelatihan yang sangat penting untuk memperkuat kapasitas pengelola keuangan dalam menghadapi dinamika regulasi dan tuntutan audit. Dengan pemahaman regulasi terbaru, prinsip tata kelola keuangan, serta keterampilan teknis yang diperoleh, peserta diharapkan mampu menjalankan manajemen keuangan yang akuntabel, transparan, efisien, dan berkelanjutan. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas melalui pengelolaan dana yang lebih profesional dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Pengelolaan dana JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) yang baik merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Dalam praktiknya, kedua sumber dana tersebut menjadi tulang punggung operasional Puskesmas, baik untuk pelayanan klinis maupun kegiatan promotif-preventif. Oleh karena itu, kemampuan pengelola keuangan Puskesmas dalam menjalankan manajemen dana yang akuntabel, transparan, efisien, dan efektif menjadi sangat krusial. Pada kondisi yang dinamis, dimana regulasi dan standar audit terus berkembang, kebutuhan akan peningkatan kapasitas SDM melalui bimtek menjadi sangat mendesak. Bimtek ini hadir sebagai sarana strategis untuk menjawab tantangan tersebut, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan Puskesmas secara berkelanjutan.

Secara substansial, bimtek ini memiliki peran penting dalam membangun budaya pengelolaan keuangan yang profesional. Banyak Puskesmas masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia yang memahami seluk-beluk regulasi, standar akuntansi, dan mekanisme pengelolaan dana publik. Akibatnya, praktik pengelolaan dana sering kali berjalan secara administratif namun kurang optimal dari sisi tata kelola, pelaporan, dan akuntabilitas. Bimtek ini dirancang untuk mengatasi gap tersebut dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari di Puskesmas. Dengan demikian, bimtek menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dana JKN dan BOK secara sistemik.

Dalam konteks good governance, Puskesmas sebagai lembaga pelayanan publik dituntut untuk menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas. Transparansi menuntut agar setiap proses pengelolaan dana dapat dipahami oleh pihak internal dan eksternal, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah. Akuntabilitas menuntut adanya pertanggungjawaban yang jelas dan terdokumentasi, sehingga setiap penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun hukum. Efisiensi menuntut penggunaan dana secara tepat sasaran, menghindari pemborosan, dan memaksimalkan manfaat bagi pelayanan. Sementara itu, efektivitas menuntut agar dana digunakan untuk mencapai tujuan pelayanan yang telah ditetapkan. Bimtek ini menjadi sarana untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip tersebut benar-benar diterapkan dalam praktik pengelolaan keuangan Puskesmas.

Selain meningkatkan tata kelola, bimtek ini juga memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kesalahan pengelolaan keuangan yang sering terjadi di Puskesmas. Beberapa kesalahan umum yang kerap ditemukan antara lain salah klasifikasi belanja, penggunaan dana yang tidak sesuai ketentuan, ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi, serta keterlambatan pelaporan. Kesalahan tersebut tidak hanya berdampak pada temuan audit, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran pelayanan kesehatan. Misalnya, keterlambatan pencairan dana akibat klaim JKN yang tidak sesuai dapat mengganggu ketersediaan obat dan kebutuhan medis lainnya. Demikian pula, penggunaan dana BOK yang tidak tepat sasaran dapat mengurangi efektivitas program promotif-preventif yang sangat dibutuhkan masyarakat. Bimtek ini hadir untuk mengurangi risiko tersebut melalui peningkatan pemahaman regulasi dan keterampilan teknis.

Pentingnya bimtek juga terkait dengan dinamika regulasi yang terus berubah. Peraturan tentang pengelolaan dana JKN dan BOK, standar akuntansi sektor publik, serta ketentuan audit terus mengalami pembaruan. Bagi Puskesmas, mengikuti perkembangan regulasi menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi SDM yang memiliki beban kerja tinggi. Bimtek ini menjadi sarana efektif untuk memperbarui pengetahuan peserta mengenai regulasi terbaru dan implikasinya dalam praktik pengelolaan keuangan. Dengan pemahaman regulasi yang up-to-date, Puskesmas dapat menghindari kesalahan yang berisiko menimbulkan sanksi administratif atau temuan audit yang merugikan.

Selain itu, bimtek ini juga penting untuk membangun kesiapan audit yang lebih baik. Audit merupakan bagian integral dari pengelolaan dana publik, baik audit internal maupun audit eksternal. Puskesmas yang siap audit tidak hanya akan terhindar dari temuan yang merugikan, tetapi juga akan menunjukkan komitmen terhadap tata kelola yang baik. Bimtek ini membekali peserta dengan kemampuan menyiapkan dokumen pendukung, menyusun laporan yang akurat, serta memahami proses audit dan cara menjawab temuan audit secara tepat. Dengan demikian, Puskesmas tidak hanya siap menghadapi audit, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan secara berkelanjutan.

Peran bimtek juga mencakup peningkatan kemampuan perencanaan anggaran berbasis kebutuhan pelayanan. Perencanaan yang baik merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan pengelolaan dana. Melalui bimtek, peserta diajarkan cara menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) yang realistis, berdasarkan kebutuhan pelayanan dan prioritas program. Perencanaan yang baik akan memastikan alokasi dana sesuai kebutuhan, sehingga program pelayanan dapat berjalan secara optimal. Selain itu, perencanaan yang matang juga memudahkan monitoring dan evaluasi, sehingga Puskesmas dapat mengidentifikasi penyimpangan dan melakukan perbaikan secara cepat.

Selain aspek perencanaan, bimtek ini juga memperkuat kemampuan monitoring dan evaluasi penggunaan dana. Monitoring dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan dana berjalan sesuai rencana dan ketentuan. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas penggunaan dana dalam mencapai tujuan pelayanan. Dengan monitoring dan evaluasi yang baik, Puskesmas dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan, mengidentifikasi potensi efisiensi, serta memperbaiki program yang kurang efektif. Bimtek ini memberikan alat dan metode yang praktis untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara sistematis.

Dalam konteks penguatan kapasitas SDM, bimtek ini juga penting untuk membangun sinergi antar unit di Puskesmas. Pengelolaan dana JKN dan BOK melibatkan berbagai pihak, seperti kepala Puskesmas, bendahara, petugas keuangan, serta tim program. Bimtek ini menjadi media untuk membangun pemahaman bersama mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pengelolaan dana. Dengan sinergi yang baik, proses pengelolaan keuangan menjadi lebih terkoordinasi, sehingga risiko kesalahan dan penyimpangan dapat diminimalkan.

Tidak kalah penting, bimtek ini juga memiliki dampak terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat. Puskesmas yang mampu mengelola dana secara transparan dan akuntabel akan meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Kepercayaan masyarakat sangat penting dalam membangun partisipasi masyarakat dalam program kesehatan, seperti imunisasi, promotif-preventif, dan kegiatan kesehatan lainnya. Dengan pengelolaan dana yang baik, Puskesmas dapat menunjukkan bahwa dana publik digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Secara keseluruhan, bimtek Pengelolaan Dana JKN dan BOK Puskesmas memiliki peran strategis dalam memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan kapasitas SDM, mengurangi risiko kesalahan, serta membangun kesiapan audit. Program ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang efisien dan berkelanjutan. Dengan mengikuti bimtek ini, Puskesmas akan mampu meningkatkan kinerja organisasi, menjaga keberlanjutan layanan kesehatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik. Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang untuk penguatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Materi Bimtek Pengelolaan Dana JKN dan BOK Puskesmas

Materi bimtek dirancang secara komprehensif, sistematis, dan mudah dipahami, meliputi:

  1. Update Regulasi Pengelolaan Dana JKN dan BOK 2026

    • Perubahan kebijakan dan aturan terbaru

    • Implikasi regulasi terhadap operasional Puskesmas

    • Kepatuhan dan risiko hukum

  2. Kerangka Manajemen Keuangan Puskesmas

    • Struktur organisasi dan tugas pengelola keuangan

    • Mekanisme pengendalian internal

    • SOP pengelolaan dana

  3. Perencanaan Anggaran yang Efisien dan Berkelanjutan

    • Penyusunan RKA berbasis kebutuhan pelayanan

    • Penentuan prioritas program

    • Pengelolaan anggaran multi sumber

  4. Pengelolaan Dana JKN

    • Alur klaim dan verifikasi

    • Pencatatan penerimaan JKN

    • Pengendalian biaya dan monitoring klaim

  5. Pengelolaan Dana BOK

    • Kegiatan yang dapat didanai BOK

    • Mekanisme penggunaan dan pelaporan

    • Pengelolaan program promotif dan preventif

  6. Pencatatan dan Pembukuan Keuangan

    • Teknik pencatatan transaksi

    • Pengelompokan biaya dan klasifikasi belanja

    • Penggunaan sistem pencatatan yang sesuai standar

  7. Pelaporan Keuangan dan Pertanggungjawaban

    • Laporan realisasi anggaran

    • Laporan kas dan bank

    • Penyusunan dokumen pendukung audit

  8. Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko

    • Identifikasi risiko keuangan

    • Mekanisme pengawasan dan kontrol

    • Tindakan korektif dan pencegahan

  9. Simulasi dan Studi Kasus

    • Latihan perencanaan, pencatatan, dan pelaporan

    • Penyelesaian masalah berdasarkan kondisi nyata Puskesmas

    • Diskusi solusi dan best practice

  10. Audit Ready: Persiapan Audit dan Dokumentasi

  • Persiapan dokumen audit

  • Penyusunan bukti transaksi yang lengkap

  • Simulasi audit dan evaluasi kesiapan

Tujuan dan Manfaat Bimtek

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas manajemen keuangan Puskesmas agar lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Manfaat yang akan diperoleh peserta antara lain:

  • Memahami regulasi terbaru pengelolaan dana JKN dan BOK

  • Menguasai teknik perencanaan anggaran yang efektif

  • Mengelola penggunaan dana secara efisien dan tepat sasaran

  • Mampu menyusun laporan keuangan yang akurat dan audit ready

  • Mengurangi risiko temuan audit dan kesalahan administrasi

  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan

  • Memperkuat tata kelola keuangan dan pengendalian internal

  • Mendukung keberlanjutan layanan kesehatan melalui pengelolaan dana yang baik

  • Meningkatkan kapasitas SDM dalam pengambilan keputusan berbasis data

Narasumber Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Bimtek ini dipandu oleh narasumber yang memiliki kompetensi tinggi dan pengalaman luas dalam pengelolaan keuangan sektor kesehatan, khususnya dana JKN dan BOK. Narasumber terdiri dari praktisi keuangan pemerintahan, auditor, ahli akuntansi sektor publik, serta praktisi manajemen Puskesmas yang berpengalaman dalam implementasi pengelolaan dana. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, narasumber akan memberikan penjelasan materi secara jelas, dilengkapi studi kasus, serta sesi tanya jawab untuk membantu peserta mengatasi permasalahan di lapangan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Siapa saja yang dapat mengikuti bimtek ini?
Bimtek ini cocok untuk kepala Puskesmas, pengelola keuangan, bendahara, staf administrasi, serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan dana JKN dan BOK.

2. Apakah materi sesuai untuk Puskesmas BLUD?
Ya, materi disusun fleksibel dan relevan untuk Puskesmas BLUD maupun non-BLUD.

3. Apakah materi update sesuai regulasi 2026?
Ya, materi selalu diperbarui sesuai regulasi terbaru dan kebijakan terkini.

4. Apakah ada studi kasus dan simulasi?
Ada, peserta akan melakukan simulasi dan studi kasus berdasarkan kondisi nyata Puskesmas.

5. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, setiap peserta akan menerima sertifikat resmi dari Platindo Pusat Pelatihan.

6. Berapa durasi bimtek ini?
Durasi umumnya 2–3 hari, dapat disesuaikan kebutuhan instansi.

7. Apakah bimtek dapat dilakukan online?
Tersedia opsi online, offline, dan hybrid sesuai permintaan.

8. Apakah bisa dilakukan in-house training?
Bisa, Platindo menyediakan layanan in-house training untuk Puskesmas atau instansi terkait.

9. Apakah materi dapat disesuaikan dengan kondisi daerah?
Ya, materi fleksibel dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan peserta dan daerah.

10. Apa keunggulan bimtek ini dibanding pelatihan lain?
Materi praktis, berbasis regulasi terbaru, dilengkapi studi kasus, serta dibawakan oleh narasumber berpengalaman di bidang keuangan kesehatan.

Tingkatkan profesionalisme pengelolaan keuangan Puskesmas Anda melalui Bimtek Profesional 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan. Dapatkan pemahaman terbaru, praktik terbaik, serta kesiapan audit yang maksimal. Segera daftarkan tim Anda dan wujudkan pengelolaan dana yang akuntabel, efisien, dan berkelanjutan bersama Platindo Pusat Pelatihan.

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Metode Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Lokasi Kegiatan:

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan:

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.

Legalitas Lembaga:

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan

Bimtek Profesional Terbaru 2026: Manajemen Keuangan Dana JKN dan BOK Puskesmas yang Efisien dan Berkelanjutan




author-avatar

Tentang Platindo Pusat Pelatihan

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan