Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien

Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Pendahuluan
Dalam dinamika pengelolaan perusahaan milik negara (BUMN) maupun perusahaan daerah (BUMD), pengadaan barang dan jasa bukan sekadar aktivitas operasional. Pengadaan menjadi salah satu pilar strategis yang menentukan kelancaran pelayanan, efisiensi biaya, serta pencapaian target kinerja organisasi. Pada praktiknya, pengadaan barang dan jasa menyentuh berbagai aspek penting, mulai dari perencanaan kebutuhan, penyusunan dokumen pengadaan, pemilihan penyedia, hingga manajemen kontrak dan evaluasi pelaksanaan. Karena keterkaitan yang sangat luas tersebut, pengadaan menjadi area yang sangat sensitif terhadap risiko penyimpangan, ketidakteraturan proses, dan ketidakpatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Di sisi lain, perubahan regulasi, perkembangan teknologi, dan tuntutan transparansi publik semakin menambah kompleksitas pengadaan. BUMD dan BUMN dituntut untuk mampu menjalankan pengadaan secara profesional, efisien, dan akuntabel. Namun, dalam kenyataannya, banyak organisasi masih menghadapi kendala seperti SOP yang belum terstruktur, SDM yang belum menguasai proses pengadaan secara menyeluruh, hingga sistem kontrol internal yang belum optimal. Kondisi ini tidak hanya berpotensi mengganggu kinerja operasional, tetapi juga dapat menimbulkan risiko hukum, kerugian finansial, dan dampak reputasi yang serius.
Menjawab tantangan tersebut, Platindo Pusat Pelatihan menghadirkan program “Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien”. Bimtek ini dirancang sebagai solusi strategis untuk memperkuat tata kelola pengadaan melalui penyusunan SOP yang praktis, sesuai regulasi, dan mudah diimplementasikan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis praktik, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga kemampuan menyusun SOP yang siap diterapkan di lingkungan kerja. Program ini sangat relevan bagi pejabat pengadaan, PPK, tim pengadaan, auditor internal, hingga manajemen yang bertanggung jawab atas proses pengadaan.
Tujuan utama bimtek ini adalah membekali organisasi dengan standar operasional yang konsisten dan terintegrasi, sehingga pengadaan dapat berjalan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih transparan. Dengan SOP yang baik, setiap tahapan pengadaan dapat dijalankan sesuai prosedur, mengurangi potensi kesalahan, serta memperkuat mekanisme kontrol internal. Lebih jauh, program ini juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas SDM agar mampu memahami regulasi terbaru, menerapkan prinsip good governance, serta membangun budaya kepatuhan dan integritas dalam pengadaan.
Di tengah persaingan yang semakin ketat dan tuntutan kinerja yang tinggi, pengadaan yang efisien menjadi kunci keberhasilan organisasi. Pengadaan yang efisien bukan berarti cepat tanpa prosedur, melainkan proses yang terstruktur, akuntabel, dan menghasilkan nilai optimal bagi perusahaan. Dengan demikian, bimtek ini hadir sebagai langkah strategis untuk menciptakan pengadaan yang unggul, efektif, dan berorientasi pada hasil.
Definisi SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Bimbingan Teknis (Bimtek) adalah program pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, pemahaman, dan keterampilan teknis peserta dalam bidang tertentu. Bimtek umumnya dilakukan dalam bentuk workshop, seminar, simulasi, dan praktik langsung, dengan tujuan agar peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara efektif dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam konteks pengadaan barang dan jasa, bimtek difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM dalam menjalankan proses pengadaan yang sesuai regulasi, efisien, dan akuntabel.Strategi Unggul BUMD & BUMN
Secara spesifik, Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026 merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang fokus pada penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) pengadaan barang dan jasa di lingkungan BUMD/BUMN. SOP merupakan dokumen formal yang memuat langkah-langkah kerja, alur proses, pembagian tugas, standar waktu, serta mekanisme pengendalian internal dalam pelaksanaan pengadaan. SOP yang baik akan menjadi pedoman operasional yang jelas bagi seluruh pihak terkait, sehingga pengadaan dapat dilakukan secara konsisten, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bimtek ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga praktik langsung, sehingga peserta mampu menghasilkan SOP yang siap diterapkan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman kerangka regulasi pengadaan, identifikasi tahapan pengadaan, penyusunan dokumen pendukung, manajemen kontrak, serta penguatan kontrol risiko. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami “apa yang harus dilakukan”, tetapi juga “bagaimana cara melakukannya” secara efektif dan sesuai standar.
Peran dan Pentingnya Bimtek SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu fungsi strategis dalam operasional BUMD maupun BUMN. Aktivitas ini tidak hanya berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan operasional, tetapi juga menyentuh aspek strategis seperti efisiensi biaya, kualitas pelayanan, tata kelola perusahaan, serta kepatuhan terhadap regulasi. Dalam konteks organisasi milik negara, pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu area yang sangat sensitif karena menyangkut penggunaan dana publik. Oleh sebab itu, pengadaan harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar tujuan organisasi dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko penyimpangan yang merugikan perusahaan maupun negara.
Namun, dalam praktiknya, pengadaan barang dan jasa di lingkungan BUMD/BUMN masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah ketidakteraturan proses pengadaan yang sering disebabkan oleh kurangnya standar operasional yang jelas. Ketika proses pengadaan tidak terstandarisasi, setiap unit atau bagian dapat menjalankan pengadaan dengan cara yang berbeda, yang pada akhirnya menyebabkan ketidakkonsistenan, kebingungan dalam penanggungjawaban, serta potensi kesalahan yang lebih tinggi. Tantangan lain adalah regulasi pengadaan yang terus berkembang dan semakin kompleks, sehingga SDM yang bertanggung jawab perlu pemahaman yang mendalam dan kemampuan teknis yang memadai. Selain itu, manajemen risiko dalam pengadaan juga masih menjadi titik lemah pada beberapa organisasi, terutama dalam hal pengendalian internal dan pencegahan praktik tidak transparan.
Dalam konteks tersebut, Bimbingan Teknis (Bimtek) SOP Pengadaan menjadi sebuah kebutuhan strategis. Bimtek ini tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan biasa, tetapi juga sebagai upaya sistematis untuk memperkuat tata kelola pengadaan. Bimtek ini membantu organisasi untuk menyusun SOP pengadaan yang jelas, terstruktur, dan sesuai regulasi, sehingga pengadaan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Dalam pembahasan berikut, akan dijelaskan secara rinci mengenai peran dan pentingnya bimtek ini bagi BUMD/BUMN, terutama dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas SDM, meningkatkan efisiensi proses, serta membangun budaya kepatuhan dan integritas.
1. Menyelaraskan Proses Pengadaan dengan Standar Nasional dan Kebijakan Internal
Peran pertama yang sangat penting dari bimtek SOP pengadaan adalah membantu organisasi menyelaraskan proses pengadaan dengan standar nasional serta kebijakan internal perusahaan. Dalam pengadaan barang dan jasa, terdapat kerangka regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk peraturan dari LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), peraturan pemerintah, serta ketentuan lainnya yang harus dipatuhi. Selain itu, setiap BUMD/BUMN juga memiliki kebijakan internal dan standar operasional yang harus disesuaikan dengan karakteristik bisnis, struktur organisasi, serta kebutuhan strategis perusahaan.
Keterpaduan antara standar nasional dan kebijakan internal sangat penting untuk memastikan bahwa proses pengadaan tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga selaras dengan tujuan dan budaya organisasi. Tanpa penyelarasan ini, organisasi berisiko menjalankan proses pengadaan yang tidak konsisten, sehingga menimbulkan perbedaan praktik antar unit dan ketidakjelasan dalam penanggungjawaban. Lebih jauh, ketidaksesuaian dengan regulasi dapat berujung pada sanksi administratif, temuan audit, atau bahkan masalah hukum yang berdampak pada reputasi perusahaan.
Bimtek SOP pengadaan membantu organisasi untuk merumuskan SOP yang mencerminkan standar nasional sekaligus disesuaikan dengan kondisi internal. Dalam proses penyusunan SOP, peserta dibimbing untuk memahami regulasi, mengidentifikasi tahapan pengadaan yang relevan, serta menyusun alur kerja yang logis dan mudah diterapkan. Dengan SOP yang selaras, organisasi akan memiliki pedoman yang sama untuk seluruh unit, sehingga proses pengadaan menjadi lebih terstruktur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Penguatan Kapasitas SDM sebagai Fondasi Keberhasilan Pengadaan
Peran kedua yang sangat penting adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Pengadaan barang dan jasa adalah aktivitas yang sangat teknis dan memerlukan pemahaman yang mendalam tentang prosedur, dokumen, dan mekanisme pengendalian. Dalam banyak kasus, hambatan utama bukanlah aturan yang tidak ada, tetapi keterbatasan pemahaman SDM dalam mengimplementasikan aturan tersebut secara benar. Hal ini sering terjadi ketika SDM belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang tahapan pengadaan, penyusunan dokumen, manajemen kontrak, serta kontrol internal.
Bimtek SOP pengadaan dirancang untuk meningkatkan kemampuan SDM secara menyeluruh. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diberikan praktik langsung untuk menyusun SOP. Dengan demikian, peserta akan memahami langkah-langkah operasional yang benar dan mampu menerapkannya di lingkungan kerja. Penguatan kapasitas ini sangat penting karena SDM merupakan aktor utama dalam menjalankan proses pengadaan. Ketika SDM memiliki kompetensi yang kuat, maka proses pengadaan dapat dilakukan secara profesional, efisien, dan sesuai aturan.
Lebih jauh, penguatan kapasitas SDM juga berdampak pada peningkatan kualitas keputusan pengadaan. SDM yang kompeten akan mampu melakukan perencanaan kebutuhan yang lebih akurat, memilih metode pengadaan yang tepat, melakukan evaluasi penyedia secara objektif, serta mengelola kontrak dengan baik. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas barang/jasa yang diperoleh dan memastikan penggunaan anggaran yang lebih efektif.
3. Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Proses Pengadaan
Peran ketiga dari bimtek SOP pengadaan adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pengadaan. Dalam organisasi besar seperti BUMD/BUMN, proses pengadaan sering kali melibatkan banyak pihak dan tahapan yang kompleks. Tanpa SOP yang jelas, proses pengadaan dapat menjadi lambat, tidak terstruktur, dan rentan terhadap kesalahan. Hal ini dapat menyebabkan penundaan proyek, pembengkakan biaya, serta kualitas barang/jasa yang tidak sesuai harapan.
SOP yang baik berfungsi sebagai panduan operasional yang jelas, sehingga setiap pihak memahami alur kerja, tugas, serta tanggung jawabnya. Dengan adanya SOP, proses pengadaan dapat berjalan lebih cepat karena alur kerja sudah ditentukan dan setiap tahapan memiliki standar waktu. Selain itu, SOP juga membantu meminimalkan risiko kesalahan karena terdapat standar yang harus dipatuhi dalam setiap tahap pengadaan.
Efisiensi pengadaan tidak berarti mengabaikan kepatuhan atau mempercepat proses tanpa kontrol. Sebaliknya, efisiensi yang dimaksud adalah proses pengadaan yang terstruktur, tepat, dan akuntabel sehingga menghasilkan nilai optimal. Dengan SOP yang baik, organisasi dapat mengurangi biaya yang tidak perlu, menghindari mark-up harga, serta meningkatkan kualitas output pengadaan. Dalam jangka panjang, efisiensi ini akan meningkatkan daya saing organisasi dan mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan.
4. Membangun Budaya Kepatuhan dan Integritas
Peran keempat yang sangat krusial adalah membangun budaya kepatuhan dan integritas dalam organisasi. Pengadaan barang dan jasa merupakan area yang sangat rentan terhadap praktik tidak transparan dan penyalahgunaan anggaran. Oleh karena itu, organisasi perlu membangun budaya yang menempatkan kepatuhan pada regulasi dan integritas sebagai nilai utama.
SOP yang jelas dan sistem pengendalian yang kuat menjadi alat penting untuk mewujudkan budaya tersebut. Dengan SOP, setiap tahapan pengadaan dapat diawasi dan dipertanggungjawabkan. Hal ini berarti setiap keputusan pengadaan harus didasarkan pada prosedur yang telah ditetapkan, bukan pada preferensi pribadi atau tekanan pihak tertentu. Selain itu, SOP juga memastikan bahwa setiap dokumen pengadaan terdokumentasi dengan baik, sehingga memudahkan proses audit dan pemeriksaan internal.
Budaya kepatuhan dan integritas tidak hanya penting untuk menghindari risiko hukum, tetapi juga untuk menjaga reputasi organisasi. BUMD/BUMN sebagai entitas milik negara memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan pengadaan secara transparan dan akuntabel. Dengan membangun budaya yang kuat, organisasi dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memperkuat legitimasi dalam menjalankan tugasnya.
Materi Bimtek
Materi bimtek dirancang secara komprehensif dan sistematis untuk memastikan peserta memperoleh pemahaman menyeluruh serta kemampuan praktis. Berikut materi utama yang akan dibahas:
1. Kerangka Regulasi Pengadaan Barang & Jasa
Pemahaman regulasi LKPP, peraturan pemerintah, dan ketentuan internal BUMD/BUMN.
Prinsip pengadaan: transparansi, akuntabilitas, persaingan sehat, efisiensi, dan kepatuhan.
Standar dokumentasi dan auditabilitas proses pengadaan.
2. Identifikasi dan Pemetaan Proses Pengadaan
Tahapan pengadaan: perencanaan, pengumuman, pemilihan penyedia, penandatanganan kontrak, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Identifikasi pemangku kepentingan dan peran unit terkait.
Alur kerja dan koordinasi antar unit.
3. Penyusunan SOP Pengadaan yang Praktis
Struktur SOP: tujuan, ruang lingkup, definisi, alur proses, tugas & tanggung jawab, dokumen pendukung, dan indikator kinerja.
Penyusunan flowchart/diagram alur pengadaan.
Standar waktu penyelesaian setiap tahapan.
Mekanisme approval dan pelaporan.
4. Penyusunan Dokumen Pengadaan
Penyusunan TOR, RKS, HPS, dan kriteria evaluasi.
Pengelolaan dokumen dan arsip pengadaan.
Prinsip kejelasan spesifikasi teknis dan administrasi.
5. Manajemen Kontrak dan Pengendalian Pelaksanaan
Penyusunan kontrak yang jelas dan mengikat.
Monitoring pelaksanaan kontrak dan penilaian kinerja penyedia.
Penanganan perubahan kontrak (addendum), klausa denda, dan perpanjangan.
Penanganan sengketa dan mekanisme penyelesaian.
6. Penguatan Sistem Kontrol dan Mitigasi Risiko
Identifikasi risiko pengadaan: kolusi, mark-up harga, manipulasi dokumen, konflik kepentingan.
Mitigasi risiko dan kontrol preventif.
Implementasi anti-fraud, anti-korupsi, dan whistleblowing.
Persiapan audit internal dan eksternal.
7. Studi Kasus dan Praktik Penyusunan SOP
Simulasi penyusunan SOP berdasarkan studi kasus nyata.
Diskusi kelompok dan review SOP oleh narasumber.
Penyusunan SOP final yang dapat langsung diterapkan.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan Bimtek
Meningkatkan pemahaman peserta terhadap regulasi dan praktik pengadaan barang & jasa.
Membekali peserta kemampuan menyusun SOP pengadaan yang sistematis dan implementatif.
Memperkuat sistem pengendalian internal dan mitigasi risiko pengadaan.
Meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi proses pengadaan.
Manfaat Nyata bagi Peserta dan Organisasi
Terbentuknya SOP pengadaan yang baku sebagai pedoman kerja yang jelas dan konsisten.
Peningkatan kualitas tata kelola pengadaan, sehingga meminimalkan potensi penyimpangan.
Efisiensi waktu dan biaya, melalui alur kerja yang terstruktur dan standar waktu penyelesaian.
Penguatan akuntabilitas, karena setiap tahapan terdokumentasi dan dapat diaudit.
Meningkatkan kapasitas SDM, sehingga mampu menjalankan pengadaan secara profesional.
Membangun budaya integritas, melalui kontrol internal dan sistem pelaporan yang jelas.
Narasumber
Narasumber dalam bimtek ini merupakan praktisi berpengalaman dan ahli di bidang pengadaan barang & jasa, audit, serta tata kelola BUMD/BUMN. Mereka memiliki rekam jejak yang kuat dalam menyusun SOP pengadaan, melakukan audit pengadaan, serta membantu organisasi meningkatkan kualitas pengadaan secara signifikan.
Beberapa kompetensi narasumber meliputi:
Pengalaman praktis dalam pengadaan barang/jasa di lingkungan BUMN/BUMD.
Memahami regulasi terbaru dari LKPP dan kebijakan pemerintah.
Ahli dalam manajemen risiko, audit internal, dan compliance.
Pengalaman sebagai konsultan pengembangan SOP dan peningkatan tata kelola.
Narasumber akan membimbing peserta melalui materi dan praktik, memberikan studi kasus, serta membantu menyusun SOP yang sesuai kebutuhan organisasi.
FAQ (10 Pertanyaan & Jawaban Lengkap)
1. Apa itu Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026?
Bimtek ini adalah pelatihan intensif untuk meningkatkan kompetensi dalam menyusun SOP pengadaan barang & jasa di BUMD/BUMN, sesuai regulasi dan praktik terbaik, serta meningkatkan efisiensi proses pengadaan.
2. Siapa yang cocok mengikuti bimtek ini?
Pejabat pengadaan, PPK, tim pengadaan, auditor internal, manajemen, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengadaan.
3. Apa output yang akan diperoleh peserta?
Peserta akan menghasilkan SOP pengadaan yang siap diterapkan, beserta pemahaman regulasi dan praktik pengadaan yang komprehensif.
4. Apakah bimtek ini sesuai dengan regulasi terbaru?
Ya, materi disusun mengikuti regulasi terbaru dan praktik terbaik pengadaan yang berlaku di BUMD/BUMN.
5. Apakah ada praktik langsung dalam bimtek?
Ada. Peserta akan melakukan simulasi penyusunan SOP, diskusi kasus, dan mendapatkan review dari narasumber.
6. Berapa durasi bimtek ini?
Durasi dapat disesuaikan, umumnya 1–2 hari intensif sesuai kebutuhan organisasi.
7. Apakah peserta mendapatkan sertifikat?
Ya, peserta akan menerima sertifikat resmi sebagai bukti mengikuti bimtek.
8. Apakah bimtek ini membantu dalam persiapan audit?
Sangat membantu, karena SOP yang baik memudahkan proses audit dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.
9. Apakah materi bisa disesuaikan dengan kebutuhan organisasi?
Bisa. Materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan struktur organisasi dan kebutuhan pengadaan.
10. Bagaimana cara mendaftar bimtek ini?
Anda dapat menghubungi Platindo Pusat Pelatihan melalui kontak resmi untuk pendaftaran, jadwal, dan informasi lebih lanjut.
Ayo Tingkatkan Kinerja Pengadaan Anda!
Jangan biarkan proses pengadaan menjadi sumber risiko dan ketidakpastian. Ikuti “Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien” bersama Platindo Pusat Pelatihan. Dapatkan panduan SOP praktis, pengalaman belajar langsung dari praktisi berpengalaman, serta peningkatan kapasitas SDM yang berdampak langsung pada kinerja organisasi.
Daftar sekarang dan wujudkan pengadaan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel!

Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari PLATINDO Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Metode Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Lokasi Kegiatan:
Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.
Waktu Kegiatan:
Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari sampai Desember.
Legalitas Lembaga:
- SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
- NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN: 20.820.279.6-017000
- NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576
Pilihan Kelas Pelaksanaan: Training Sistem Kas Terpadu Pemerintah Daerah
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.70.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas Pelatihan Akuntabilitas Keuangan Publik
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran: Bimtek Pengelolaan Keuangan Daerah Modern
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0819 5954 4432
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person
- Arie – Hp/Wa: 0819 5954 4432
- website : platindopusatpelatihan.co.id

Bimbingan Teknis SOP Pengadaan 2026: Strategi Unggul BUMD & BUMN Menuju Pengadaan Efisien



